Kongres PSSI 2025 Segera Digelar, Jabatan Erick Thohir Jadi Sorotan
Kongres PSSI 2025 di Jakarta akan membahas sejumlah topik dengan fokus pada peningkatan pengelolaan sepak bola nasional.
Kongres PSSI tahunan akan diselenggarakan pada tanggal 4 Juni 2025 di Jakarta, sehari sebelum pertandingan Timnas Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Kamis (5/6) malam.
Kongres ini akan membahas berbagai agenda penting, seperti transparansi laporan keuangan, dan potensi perubahan masa jabatan Ketua Umum.
Selain itu, poin utama yang juga akan dibahas adalah perubahan statuta PSSI dan difokuskan pada peningkatan efektivitas pengelolaan anggota di daerah dengan memberikan kewenangan lebih besar kepada Asosiasi Provinsi (Asprov).
Posisi Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga akan menjadi salah satu agenda di kongres. Terlebih Erick berpeluang memperpanjang masa baktinya jika usulan anggota dapat disetujui. Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Perubahan Statuta PSSI
Perubahan statuta PSSI menjadi fokus utama Kongres 2025. Pemberian kewenangan yang lebih besar kepada Asprov bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sepak bola di tingkat daerah. Hal ini diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi PSSI dari akar rumput.
Dengan kewenangan yang lebih besar, Asprov diharapkan mampu mengelola kompetisi dan pembinaan usia muda di daerah masing-masing dengan lebih efisien dan efektif. Peningkatan kinerja Exco juga menjadi bagian penting dari perubahan statuta, guna memastikan tata kelola yang lebih baik dan akuntabel.
Penyesuaian keanggotaan voters berdasarkan sistem promosi dan degradasi kompetisi juga akan dibahas. Tujuannya adalah untuk memastikan representasi yang adil dan seimbang dari seluruh stakeholder sepak bola Indonesia dalam pengambilan keputusan di PSSI.
Transparansi Laporan Keuangan
Pembahasan kedua yang tak kalah penting adalah terkait transparansi laporan keuangan yang ada di lingkungan PSSI. Komitmen PSSI terhadap transparansi keuangan akan diwujudkan melalui pembukaan laporan keuangan secara luas kepada publik. Langkah ini merupakan respons terhadap penggunaan dana pemerintah yang signifikan, yaitu sebesar Rp 120 miliar pada tahun 2024.
Laporan keuangan yang transparan akan mencakup detail penggunaan dana APBN dan dana operasional dari sponsor. Hal ini penting untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah potensi penyimpangan penggunaan dana. Dengan demikian, publik dapat mengawasi pengelolaan keuangan PSSI.
Transparansi laporan keuangan juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap PSSI dan memperkuat integritas organisasi. Hal ini sejalan dengan upaya PSSI untuk membangun citra positif dan meningkatkan kredibilitas di mata masyarakat.
Masa Jabatan Ketua Umum
Kongres PSSI 2025 juga akan membahas wacana perubahan masa jabatan Ketua Umum PSSI. Saat ini, masa jabatan Ketua Umum dibatasi dua periode, namun ada wacana untuk memperpanjangnya menjadi tiga periode.
Namun, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan komitmennya untuk tetap membatasi masa jabatan. Erick menekankan pentingnya prinsip demokrasi dan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi sepak bola nasional.
"Di negara lain ada yang tanpa batasan. Kalau saya di alam demokrasi ini saya percaya harus ada pembatasan. Jangan sampai PSSI ini ketua umumnya itu-itu saja. Harus ada batasan. Sebuah organisasi yang baik itu ketua umumnya tidak seumur hidup," kata Erick ketika ditemui wartawan di Jakarta Pusat, Selasa.
Statuta PSSI 2019 dalam Bab V Komite Eksekutif Pasal 38 Ayat 3 menyebut bahwa maksimal jabatan Ketua Umum adalah tiga periode. Namun, Erick mengungkap ada negara-negara lain yang menerapkan masa jabatan yang berbeda, namun tetap bersandar pada statuta FIFA sebagai landasan utama.
"Banyak statuta di negara lain yang berbeda. Contoh kemarin di Korea, saya juga kembali tidak bicara benar dan salah, Korea itu kemarin pemilihannya dipilih ketua, ketua pilih Exco. Itu tidak salah," tambahnya.
Erick menambahkan, sebagai organisasi yang baik dan selaras dengan prinsip demokrasi, menurutnya perlu ada batasan dalam menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.
"AFC tidak melarang pembatasan, tapi kami di PSSI dan saya secara pribadi, saya percaya demokrasi ini harus terus dijaga," tandasnya lagi.
Peserta Kongres
Kongres PSSI 2025 akan dihadiri oleh 87 peserta, yang terdiri dari perwakilan Asprov PSSI, klub Liga 1, Liga 2, Liga 3, dan asosiasi terkait. Kehadiran perwakilan dari berbagai stakeholder ini diharapkan dapat memastikan partisipasi dan dukungan penuh terhadap keputusan yang diambil.
Kongres ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi organisasi PSSI dan menyatukan seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.
Dengan adanya perubahan statuta dan transparansi keuangan, diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Meskipun sebagian besar agenda bersifat normatif, perubahan statuta dan transparansi keuangan menjadi poin penting yang akan menentukan arah perkembangan sepak bola Indonesia ke depan. Kongres ini menjadi momentum penting untuk membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan.