Komisi Eropa Sebut Perang AS-Israel Vs Iran Akibatkan Dunia Hadapi Krisis Energi Terparah yang Pernah Ada
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dan Jorgensen, Komisaris Eropa yang bertanggung jawab atas sektor Energi dan Perumahan.
Dunia saat ini tengah menghadapi krisis energi yang paling serius dalam sejarah global, yang disebabkan oleh konflik yang terjadi di Timur Tengah.
"Dunia menghadapi apa yang bisa disebut sebagai krisis energi terparah yang pernah ada --- salah satu yang menguji ketahanan ekonomi, masyarakat, dan kemitraan kita," ungkap Komisaris Eropa untuk Energi dan Perumahan, Dan Jorgensen, dalam sebuah konferensi pers di Brussels, Belgia pada Selasa (5/5/2026).
Menurut Jorgensen, negara-negara Uni Eropa (UE) telah mengeluarkan dana sebesar 30 miliar euro (sekitar Rp611 triliun) untuk impor bahan bakar minyak sejak awal konflik di Timur Tengah, namun mereka tidak berhasil mendapatkan tambahan pasokan. Demikian dikutip dari Antara News pada Jumat (8/5).
AS Blokade Selat Hormuz
Selain itu, pada 13 April, Angkatan Laut Amerika Serikat mulai memblokade lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur penting yang menyuplai sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) di dunia.
AS telah menyatakan bahwa kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar pungutan kepada Teheran.