LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Kembali ke Indonesia, Dokter WNI Buka-bukaan Apa yang Terjadi di Gaza

Kondisi Gaza yang kembali mendapat bombardir serangan Israel disebutnya begitu parah.

Rabu, 30 Apr 2025 11:01:13
trending
Pemandangan yang menunjukkan ledakan saat serangan udara Israel menghanta kamp pengungsian di Khan Younis, Jalur Gaza, Palestina, pada 19 April 2025. (©REUTERS/Hatem Khaled)
Advertisement

Seorang dokter asal Indonesia selesai menjalankan misi kemanusiaan di Gaza, Palestina. Dia kemudian kembali ke tanah air pada Kamis (17/4) lalu. Saat baru saja tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dokter tersebut membeberkan situasi terkini dari Jalur Gaza.

Dia menyebut kondisi Gaza kembali mendapat bombardir serangan Israel yang begitu parah. Bahkan, dia mengatakan jika Gaza benar-benar dalam situasi yang tidak baik-baik saja.

Banyak nyawa melayang hingga kelaparan ekstrem di depan mata yang disaksikannya sendiri. Dalam keterangannya, dokter WNI tersebut berharap agar gencatan senjata dapat kembali terjadi. Berikut ulasan selengkapnya.

Dokter WNI Tiba di Tanah Air

Dokter spesialis anestesi asal Indonesia, dr. Wahyu Bimantoro pada Kamis lalu baru saja tiba di Tanah Air usai menjalankan misi kemanusiaan selama lebih dari satu bulan di Jalur Gaza. Sebagai bagian dari relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-8, kedatangan dokter Wahyu dalam akun TikTok @mercindonesia1 tampak mendapat sambutan hangat dari para rekan hingga orang terdekat.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, dokter Wahyu turut bersaksi mengenai situasi mencekam yang harus dihadapinya setiap saat di Gaza.

“Kembali dari Gaza, dr. Wahyu Bimantoro ungkap situasi mencekam di balik serangan beruntun dari penjajah,” demikan dikutip dari keterangan unggahan.

Advertisement

Dia mengungkap, serangan Israel pasca gencatan senjata membuat situasi di Jalur Gaza semakin memburuk. Bahkan, dia menuturkan jika Gaza sedang tidak baik-baik saja dan cukup parah.

“Gaza saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja dan parah ya sejak tanggal 18 Maret kemarin,” tegasnya.

Kembali ke Indonesia, Dokter WNI Buka-bukaan Apa yang Terjadi di Gaza TikTok @mercindonesia1

Puluhan serangan terjadi hampir di seluruh wilayah Gaza setiap harinya, menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Bahkan gedung milik PBB hingga rumah sakit milik Indonesia juga tak luput dari serangan.

Tragisnya, dokter Wahyu menambahkan jika serangan udara yang dilakukan Israel bisa terjadi 20 hingga 30 kali dalam satu hari. Meski menghadapi tantangan luar biasa, dia bersama tim medis di rumah sakit Indonesia mengaku dalam keadaan baik-baik saja.

“Serangan tidak menentu dan di seluruh wilayah Gaza. Kebetulan wilayah rumah sakit Indonesia termasuk banyak sekali mengalami pemboman di sekitarnya. Sehari bisa sampai 20-30 kali, dan itu rutin sejak awal. Tapi alhamdulillah kami semua dalam keadaan baik ya,” imbuhnya.

Akibat serangan dalam intensitas yang tinggi, Gaza menghadapi situasi berat. Penduduknya mengalami kelaparan dan kesulitan hidup pasca bantuan kemanusiaan kembali diblokade.

Bahkan, dia turut menyaksikan para dokter hingga jurnalis meregang nyawa lantaran serangan yang dilancarkan.

“Kekejaman Israel ini luar biasa dan warga Gaza nih kelaparannya luar biasa, kesulitannya luar biasa. Banyak dokter dan jurnalis juga yang syahid, para tenaga medis banyak mengalami kelelahan karena mereka sendiri merasakan kesulitan,” ceritanya.

Warga Palestina antri mengambil makanan yang dimasak di Dapur Amal, di Beit Lahiya, Jalur Gaza utara, Senin (28/04/2025). Reuters/Mahmoud Issa

Dia berharap, gencatan senjata bakal berlangsung kembali usai serangan Israel diluncurkan. Selain itu, dia turut berdoa agar bantuan kemanusiaan juga dapat dibuka demi menyelamatkan penduduk di Gaza.

“Kami harap bakal ada segera gencatan senjata dan segera ada pembukaan jalur-jalur bantuan makanan dan obat-obatan,” katanya.

Melalui keterangannya, dokter Wahyu berpesan kepada seluruh warga dunia agar tak mudah melupakan Gaza karena hingga saat ini kondisinya masih sangat memprihatinkan. Sebab, penduduk Gaza membutuhkan dukungan dan bantuan yang luar biasa besar.

“Tetap jangan lupakan Gaza, walaupun negara kita bukan tidak perlu bantuan tapi tetap ingat Gaza karena mereka sangat butuh bantuan. Mereka kelaparan, kesakitan, karena memang perang ini luar biasa panjang, sudah lebih dari setahun dan tidak seperti biasanya yang paling lama 40 hari. Ini benar-benar panjang dan membutuhkan ketahanan serta bantuan yang luar biasa,” tegasnya.

Gencatan Senjata di Gaza Dihentikan

Seperti diketahui, pada 18 Maret lalu, Israel kembali melanjutkan serangan ke Jalur Gaza setelah menghentikan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Israel kembali menyerang dengan dalih bahwa Hamas menolak menerima rencana Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata yang telah berakhir pada 1 Maret.

Israel juga memutus pasokan listrik ke pabrik desalinasi di Jalur Gaza dan menutup akses masuk untuk truk-truk pembawa bantuan kemanusiaan.

Kini, Gaza diketahui kembali harus menghadapi kesulitan. Kelaparan akut hingga nyawa melayang menjadi suatu hal yang harus dihadapi kembali. Aksi Israel yang kembali melakukan seranngan tersebut seketika menuai sorotan keras dari dunia.

Jumlah Korban Tewas di Palestina

Diketahui, Israel memulai agresi militer ke wilayah Palestina secara besar-besaran sejak 7 Oktober 2023. Setelah lebih dari satu tahun, kesepakatan gencatan senjata akhirnya disetujui pada 19 Januari 2025.

Namun, tentara Israel kembali melanjutkan serangan mematikannya di Jalur Gaza pada 18 Maret dan sejak itu telah menewaskan hampir 2.000 orang dan melukai lebih dari 5.200 lainnya.

Advertisement

Kementerian Kesehatan Palestina seperti dilansir Anadolu, mengungkap jumlah korban tewas selama peristiwa ini mencapai lebih dari 51 ribu jiwa. Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.

Berita Terbaru
  • Dudung Tegaskan MBG Tetap Berlanjut: Pemerintah Evaluasi dan Benahi Tata Kelola
  • Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T
  • Pemkot Tegaskan Pendaftaran SPMB Tanjungpinang 2026 Tak Wajib Kartu Keluarga Barcode
  • Penas KTNA Gorontalo XVII: Momentum Emas Petani dan Nelayan Tingkatkan Kapasitas
  • KPK Sita Dokumen Imigrasi Denpasar, Perkuat Bukti Kasus Pemerasan WNA
  • berita update
  • gaza
  • gaza palestina
  • israel
  • serangan israel di gaza
  • trending
Artikel ini ditulis oleh
Editor Desi Aditia Ningrum
M
Reporter Mutia Diah Anggraini
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.