Kabar Terbaru Pasutri Korban Kecelakaan Bus ALS-Truk Tangki Dirawat di RS, Begini Kondisinya
Ngadiono mengalami luka bakar 50 persen, sementara sang istri 85 persen.
Salah satu korban selamat kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Musi Rawas Utara, Ngadiono (44), mulai menunjukkan perkembangan positif pascaoperasi. Sementara sang istri, Jumiatun (35), harus dirujuk ke Palembang untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif.
Saat ini Ngadiono masih menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Sebelumnya, korban dievakuasi dari RSUD Rupit Muratara menggunakan helikopter pada Jumat (8/5).
Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Budi Susanto, mengatakan kondisi Ngadiono mulai stabil setelah menjalani perawatan intensif. Pasien bahkan sudah tidak lagi menggunakan alat bantu pernapasan dan mulai bisa diajak berkomunikasi.
"Pasien atas nama Ngadiono dalam kondisi stabil dan sudah bisa diajak komunikasi," ungkap Budi, Sabtu (9/5).
Mengalami Luka Bakar 50 Persen
Budi menjelaskan, Ngadiono mengalami luka bakar sekitar 50 persen yang sebagian besar terdapat di area wajah, dada, dan leher. Tim dokter juga telah melakukan tindakan medis berupa pengangkatan jaringan mati akibat luka bakar yang diderita korban.
Meski demikian, kondisi pasien masih terus dipantau secara intensif guna mengantisipasi risiko infeksi akibat luka bakar.
"Terus kita pantau, mudah-mudahan terus menunjukkan peningkatan," kata Budi.
Jumiatun Dirujuk karena Kondisi RS Terdampak Banjir
Sementara itu, istri Ngadiono, Jumiatun, harus dirujuk ke Palembang lantaran kondisi fasilitas medis di Muratara dinilai tidak cukup aman untuk penanganan intensif. Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, mengatakan keputusan rujukan dilakukan karena adanya kekhawatiran pemadaman listrik di RSUD Rupit akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
"Karena kondisi Muratara banjir, kami tidak merekomendasikan pasien tetap dirawat di sana (RSUD Rupit). Dikhawatirkan terjadi pemadaman listrik berjam-jam sehingga membayakan pasien," kata Trisnawarman.
Jumiatun diketahui mengalami luka bakar sangat serius hingga mencapai 85 persen dan membutuhkan penanganan medis intensif dengan fasilitas yang lebih lengkap dan stabil. Saat ini korban juga masih bergantung pada alat bantu pernapasan ventilator.
Trisnawarman menyebut pasien telah diberangkatkan menuju Palembang menggunakan ambulans yang dilengkapi tenaga medis dan pengawalan polisi lalu lintas agar perjalanan berlangsung aman dan cepat.
"Kemungkinan sore atau malam nanti sudah tiba di Palembang," kata Trisnawarman.