Israel Kocar-kacir Dibombardir Musuh Lama Sahabat Hamas
Proksi Iran, Houthi ikut-ikutan menyerang Israel desak agresi ke Gaza dihentikan.
Kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan rudal balistik terhadap Israel pada Sabtu (28/6) pagi.
Dikutip dari The Jerusalem Post, sirene berbunyi di wilayah Negev setelah IDF mendeteksi dan berusaha mencegat rudal tersebut dalam serangan pertama pasca empat hari sejak gencatan senjata dengan Iran dimulai pada 24 Juni lalu.
Menurut informasi, Houthi merupakan sahabat sekaligus pendukung Hamas yang sempat terlibat pertempuran dengan AS-Israel pada April 2025 lalu.
Pada saat itu, Houthi melancarkan serangan terhadap kapal induk AS sebagai balasan atas serangan yang menewaskan 80 orang di Yaman.
Sebagai kelompok pro-Palestina, mereka bersumpah untuk terus menyerang Israel hingga ada gencatan senjata di Gaza.
Kronologi Serangan Houthi ke Israel
Laporan dari IDF menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 7 pagi saat sistem pertahanan udara berhasil mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman menuju wilayah Israel.
Setelah mendeteksi serangan, masyarakat diminta tetap mengikuti pedoman pertahanan Komando Front Dalam Negeri.
Seluruh sirene di wilayah Israel langsung berbunyi 20 menit setelahnya. Sebuah pencegat diluncurkan ke arah rudal tersebut dan berhasil dihentikan.
Serangan itu telah dikabakan oleh media yang berafiliasi dengan Houthi, Al-Masirah.
Meski begitu, pihak Houthi belum mengeluarkan pernyataan tentang serangan itu dan tetap bersikap tenang selama konflik Iran-Israel.
Houthi memilih tidak menembakkan rudal selama satu setengah minggu, dan membiarkan Iran melakukan haknya.
Gencatan senjata yang terjalin antara Israel dan Iran yang didukung AS, membuat Houthi akhirnya ikut bergabung kembali dalam pertempuran.
Susul Iran Serang Israel
Serangan Houthi ke Israel ternyata masih berkaitan dengan upaya balas dendam akibat serangan Israel ke Yaman beberapa waktu lalu.
Mereka telah menderita kerugian yang relatif terbatas selama satu setengah tahun terakhir sejak mereka mulai menyerang Israel setelah serangan Hamas.
Houthi berhasil menyerang kapal induk AS hingga menaiki dan mengambil alih satu kapal komersial yang mereka klaim terkait dengan Israel. Selain itu mereka juga berhasil meluncurkan serangan pesawat nirawak, rudal jelajah, dan serangan rudal balistik.
Serangan rudal balistik itu justru meningkat pada akhir tahun 2024 sebelum akhirnya terhenti karena gencatan senjata Januari-Maret di Gaza. Namun serangan kembali pecah pada bulan Maret dan April.
Serangan IDF ke Yaman juga semakin gencar lewat serangan udara jarak jauh. Serangan tersebut sama seperti yang diluncurkan ke Iran karena kesamaan jarak antara Houthi dan Iran yaitu lebih dari 1.000 mil jauhnya.
Akan tetapi, serangan itu tidak menyebabkan banyak kerusakan termasuk program rudal mereka, yang akhirnya menjadi modal melanjutkan serangan terhadap Israel.