LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Hasil Penelitian Ungkap Fakta Mengejutkan, Ingatan Manusia Tak Cuma Disimpan di Otak Tapi juga di Ginjal & Syaraf

Sebuah penelitian terkini dari para ilmuwan di New York University (NYU) mengungkapkan bahwa memori manusia tidak hanya tersimpan di otak.

Rabu, 20 Nov 2024 09:41:00
otak manusia
Otak manusia juga membutuhkan kegiatan yang dapat meningkatkan kinerjanya (Foto: Unsplash.com/Milad Fakurian) (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Selama ini, otak dianggap sebagai pusat pengendali yang menyimpan semua ingatan dan memori manusia. Dengan lebih dari 86 miliar neuron yang saling terhubung, otak dianggap sebagai satu-satunya organ yang mampu memproses dan menyimpan informasi.

Namun, penelitian terbaru dari ilmuwan di New York University (NYU) menunjukkan bahwa ingatan manusia tidak hanya terletak di otak, tetapi juga melibatkan sel-sel tubuh lainnya, termasuk sel ginjal dan jaringan saraf. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications ini memberikan temuan yang cukup mengejutkan.

Menurut laman IFL Science yang dilansir pada Selasa (19/11/2024), para peneliti menemukan bahwa selain neuron di otak manusia, sel-sel lain dalam tubuh, seperti sel ginjal dan sel-sel saraf, juga memiliki kemampuan untuk "mengingat".

Temuan ini membuka kemungkinan bahwa mekanisme penyimpanan memori dalam tubuh lebih luas dan kompleks daripada yang selama ini dipahami. Dalam eksperimen tersebut, peneliti memberikan sinyal kimia secara berkala kepada berbagai sel tubuh, mirip dengan cara otak menerima neurotransmitter saat belajar atau mengingat informasi.

Advertisement

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki apakah sel-sel tubuh selain neuron dapat merespons rangsangan dengan cara yang sama seperti otak dalam mengaktifkan memori. Para ilmuwan mengamati sel-sel ginjal dan jaringan saraf, yang masing-masing menerima sinyal kimia secara berulang.

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sel-sel ini mampu mengaktifkan "gen memori" yang biasanya hanya aktif di otak. Selain itu, ketika sel-sel ini menerima pembelajaran dalam bentuk sinyal kimia yang diberikan secara periodik, mereka menunjukkan peningkatan kemampuan untuk mempertahankan informasi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Advertisement

Fenomena ini menunjukkan bahwa kemampuan menyimpan memori mungkin bukan hanya milik neuron di otak, tetapi juga merupakan kemampuan dasar hampir semua jenis sel dalam tubuh manusia. Dengan kata lain, memori tubuh dapat menjadi hal yang lebih luas dan tersebar daripada yang kita bayangkan.

Penemuan ini membawa dampak yang signifikan dalam pemahaman kita mengenai memori. Sebelumnya, kita beranggapan bahwa memori terlokalisasi hanya di otak, terutama di jaringan neuron dan struktur di dalamnya, seperti hippocampus yang berperan penting dalam penyimpanan memori jangka panjang.

Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa sel-sel lain di luar otak, seperti yang terdapat di ginjal dan jaringan saraf perifer, mungkin juga memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi atau setidaknya merespons stimulus yang relevan dengan cara yang mirip dengan proses memori.

Proses pembelajaran yang melibatkan pengulangan sinyal kimia menunjukkan pola respons yang serupa dengan cara neuron-neuron di otak mengaktifkan jalur tertentu dalam memori. Hal ini sangat penting karena memperluas pemahaman kita tentang otak sebagai pusat pengendali.

Advertisement

(Tifani)

Berita Terbaru
  • Pemkot Medan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Begal
  • Batal Berangkat Haji Tahun Ini, Menkeu Purbaya: Belum Rezekinya
  • Hakim Vonis Dirut Terra Drone Penjara 1 Tahun 4 Bulan Usai Kasus Kebakaran
  • Sinopsis You Are My Fateful Love di Vidio: Reuni Sang Penulis Novel dan Cinta Pertamanya di Meja Hijau
  • FOTO: Gelombang Panas Ekstrem Lumpuhkan Aktivitas Warga India Utara
  • berita paham
  • konten ai
  • merdekatrend
  • otak manusia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
S
Reporter Switzy Sabandar, Harun Mahbub
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.