Geng Motor di Cirebon Terciduk, Dedi Mulyadi Gercep Sambangi Kantor Polisi, Kapolres Minta Maaf ‘Pak Cirebon Heboh Terus, Jadi Malu Saya'
Saat berjabat tangan, Kapolres mengaku begitu malu. Sebab, lagi-lagi Cirebon menjadi lokasi yang didatangi Dedi lantaran banyak aksi kenakalan remaja.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini secara langsung datangi Kantor Polres Cirebon Kota. Dengan gaya khasnya, Dedi Mulyadi tiba di lokasi mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan ikat kepala.
Setibanya di lokasi, Dedi langsung disambut jajaran Polresta Cirebon. Bahkan Kapolres Cirebon Kota, Kombes Pol Sumarni tampak ikut menjamu sang Gubernur di halaman kantor.
Saat berjabat tangan, Kapolres mengaku begitu malu. Sebab, lagi-lagi Cirebon menjadi salah satu lokasi yang didatangi Dedi lantaran banyak aksi kenakalan remaja hingga kriminal. Seperti apa kunjungan Dedi? Berikut ulasannya.
Gubernur Jabar Datangi Polres Cirebon
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam unggahan terbarunya melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel terungkap belum lama ini kembali memberikan atensi ke para remaja yang kedapatan melakukan aksi tak terpuji. Dedi tak segan memberi pendekatan humanis kepada para remaja anggota geng motor Cirebon Kota yang berhasil diamankan aparat pada Sabtu (7/6).
“Kita ke Polsek Weru untuk memberikan support ke jajaran Polresta Cirebon Polda Jabar karena sudah menangani dengan cepat anak-anak yang melakukan pelemparan rumah dan melakukan pengancaman. Itu mereka namanya geng motor,” ungkap Dedi.
Diungkap jajaran Polresta Cirebon, pelaku geng motor yang berhasil dibekuk yakni berjumlah 9 orang. Para anggota geng motor yang menimbulkan keresahan masyarakat ini tampak tertunduk lesu di depan meja polisi tatkala Dedi Mulyadi tiba.
Diketahui, geng motor yang beranggotakan para remaja ini sebelumnya dilaporkan seringkali membuat ancaman. Terbaru, mereka bahkan telah merusak rumah di Blok Tumaritis, Weru, Cirebon.
Saat Dedi tiba, Kombes Sumarni tampak langsung menyalami. Sembari menunduk, Sumarni mengaku malu lantaran Dedi sebagai orang nomor satu di Jabar harus turun tangan ke Cirebon, mengatasi kenakalan remaja.
“Mohon maaf pak, Cirebon heboh terus. Jadi malu saya,” ungkap Sumarni.
Tersenyum, Dedi mengaku sama sekali tak mempermasalahkan kedatangannya. Dia justru memberi atensi penuh kepada masalah yang baru saja dilakukan para remaja di Cirebon.
“Enggak apa-apa, ini saya ke sini langsung biar cepat selesainya masalahnya. Ngurus orang kan memang susah bu,” ucap Dedi.
Kedatangan Dedi Mulyadi sontak membuatnya bertemu dengan sejumlah pihak seperti guru, aparat, hingga para pelaku. Sembari berdialog bersama, Dedi memberikan pendekatan hangat dengan para remaja yang berhasil diamankan polisi.
“Kelas berapa dek?” tanyanya.
“Kelas 10,” jawab salah satu pemotor.
Usai mendengar cerita sang remaja, Dedi menyimpulkan jika para remaja bisa menjadi sosok yang rentan diperalat pihak tak bertanggung jawab. Dedi pun menegaskan agar para remaja tak lagi mengulangi perbuatan tak terpuji mereka sendiri.
“Yang kayak begini rentan bisa diperalat banyak orang loh ini. Rentan sekali. Kamu menyesal enggak? Mau lagi enggak melakukan?” tanya Dedi.
“Enggak pak,” balas salah satu remaja.