LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Dedi Mulyadi Pergoki ASN Makan Gaji Buta dan Dapat TKD, 'Mata Anda Di mana?'

Begitu santainya pegawai itu menjawab bahwa Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tetap layak diberikan meski para ASN tidak bekerja sesuai kinerja. Tampak begitu ngamuk, hingga Dedi meninggikan suara sekian kali. Ia menyebutkan bahwa kasus seperti itu kerap terjadi di banyak kota di Indonesia dan patut dibenahi.

2021-12-03 08:40:00
Dedi Mulyadi
Advertisement

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi kembali dibuat naik pitam. Lantaran menemukan pekerjaan yang seharusnya ditangani sejak lama, justru terabaikan berbulan-bulan.

Dedi membentak seorang aparatur sipil negara (ASN) Bagian Kepegawaian dan Umum. Begitu santainya pegawai itu menjawab bahwa Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tetap layak diberikan meski para ASN tidak bekerja sesuai tanggung jawab.

Tampak begitu ngamuk, hingga Dedi meninggikan suara sekian kali. Ia menyebutkan bahwa kasus seperti itu kerap terjadi di banyak kota di Indonesia dan patut dibenahi.

Advertisement

Simak ulasan selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (3/12).

Dedi Kecewa Lihat Sampah Berserakan

Berawal dari keprihatinan Dedi Mulyadi melihat tumpukan sampah dan limbah rumah tangga. Bahkan bahayanya, tak sedikit pecahan kaca yang berjajar sekitar jalan dekat Gapura Indung Rahayu, Mekargalih, Purwakarta, Jawa Barat.

Advertisement

Sepatutnya mengurusi sampah adalah tanggung jawab pihak para pegawai negeri yang meminta bantuan dari para Tenaga Harian Lepas (THL).

Kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2021 Merdeka.com

Secara tertulis dalam peraturan, ditangani oleh Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa. Lantaran Kasi tak hadir di lokasi, Dedi pun meminta staf bagian kepegawaian untuk bertindak.

"Pegawai negerinya, pas kebetulan SP-nya itu pak Rahmat (Kasi). Kalau saya kan di kepegawaian," kata Dadang Sanusi.

"Tapi bapak kan ikut mengesahkan honor kan, bapak di kepegawaian. Kinerja pegawai dan honor pegawai diparaf oleh bapak bidang kepegawaian. Ini dari sisi ASN siapa yang tanggung jawab?," tanya Dedi.

Ketahuan Tidak Bekerja

Kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2021 Merdeka.com

Dari peristiwa membersihkan lokasi itulah, Dedi menemukan kejanggalan. Selama ini, pihak ASN yang sepatutnya bekerja justru mengabaikan kebersihan.

"Pak Rahmat yang membawahi ini, pas kebetulan tadi ada acara," ujar Dadang membela diri.

"Pak, berarti pak Rahmat tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Ini kan bukan pekerjaan hari ini. Ini pekerjaan yang mesti dilakukan oleh ASN, ASN cuma menggerakkan para THL untuk membabat ini, angkat ini. Tapi ini tidak dilakukan. Berarti tidak bekerja dengan baik," terang Dedi.

ASN Meninggalkan Dedi

Kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2021 Merdeka.com

Dedi seakan tak dihargai. Sekian kali dirinya bertanya mengenai TKD, staf bagian kepegawaian itu hanya bisa tertunduk. Lantas memilih menghindar untuk menelepon.

"Sekarang saya tanya, kalau orang tidak bekerja dengan baik. Layak enggak dapat tunjangan kinerja daerah. Saya nanya bapak di bidang kepegawaian. Layak enggak, diparaf ada. Kinerjanya enggak baik, tapi tunjangannya diambil. Layak enggak? Ayo bapak jawab," tegas Dedi.

"Eh dia malah angkat telepon dulu. Begitu itu pegawai," imbuh Dedi.

TKD Tanpa Bekerja Dapat Rp7 Juta Perbulan

Kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2021 Merdeka.com

Sejatinya, TKD seorang Kasi bidang pengawasan yang mengurus kebersihan dan kerapian lokasi itu bisa menerima sekira Rp7 juta perbulan.

"Ini seharusnya pekerjaan hari ini atau dari dulu?," tanya Dedi.

"Ya dari dulu pak. Saya juga enggak bisa memutuskan, saya kan staf biasa. Tapi kan saya juga ada atasan. Saya bawahan biasa," tukasnya

"Bidang pengawasan taman ini Kasi, bisa dapat tunjangan Rp7 juta, lurah Rp10 juta. Itu di luar gaji kan pak. Jadi uang Rp7 juta itu enggak jadi apa-apa. Karena tidak berjalan, saya tanya pegawai enggak pernah datang (Kasinya). Padahal ngapain di kantor," papar Dedi.

ASN Layak dapat TKD Meski Tak Bekerja

Dedi pun melontarkan kalimat satire untuk menyindir kinerja para ASN. Lantaran menurut Dudung pada ASN layak dapat TKD, meski pekerjaannya tidak sesuai kinerja.

"ASN, abdi negara. Bapak kan punya Sapta Prasetya Korpri, bapak seharusnya jawab yang sebenarnya, dari aspek kepegawaian. Saya tanya, orang yang tidak bekerja, layak enggak dapat tunjangan kinerja daerah?,"

"Layak," jawabnya.

"Ya sudah kalau bapak berkata, orang tidak bekerja layak dapat. Berarti seluruh ASN tidak lagi perlu bekerja," sambungnya tertawa.

Dedi Geram: Mata Anda Dimana

Lantaran tak mendapatkan jawaban yang sesuai keinginan Dedi, ia seraya mulai tampak kesal. Dedi ngamuk dan membentak staf kepegawaian tersebut.

Memerhatikan keamanan dan kebersihan tempat umum, tentu jadi tanggung jawab bersama. Bahkan ada tunjangan untuk biaya mengurusi taman.

"Ini pekerjaan yang layak dilakukan berbulan-bulan. Ini dibiarkan. Mata Anda di mana? Masa makan gaji buta setiap bulan. Anda sebagai bidang kepegawaian. Ini seharusnya pekerjaan lama, kalau ada orang injak beling, orangnya tetanus dan mati. Kalian berdosa tidak? Anda harusnya malu, sebagai pegawai negeri tidak punya rasa malu," tutur Dedi.

Kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2021 Merdeka.com

"Bayangin, kepegawaian seperti ini dan terjadi di seluruh Indonesia. Harus dibenahi kalau negara mau produktif. Harusnya mereka malu, ini kan gila, enggak punya perasaan," pungkasnya.

(mdk/kur)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.