Cantik dan Badannya Penuh Tato, Wanita Mantan Pemadu Karaoke Ini Depresi Berat
Desi adalah seorang perempuan yang mengalami masalah mental di Indramayu.
Seorang perempuan berusia 29 tahun di Indramayu mengalami nasib yang kurang baik akibat depresi. Kondisi itu disebabkan karena gaya hidup perempuan tersebut yang kerap minum alkohol dan menggunakan obat-obatan terlarang.
Perempuan bernama Desi itu diketahui adalah mantan seorang pemandu karaoke. Badannya penuh tato dan sekarang mengalami keterbelakangan menta. Ia bergaya seperti laki-laki dan didiagnosis mengalami skizofrenia.
Lantas, bagaimana kisah Desi, seorang mantan pemandu karaoke yang sekarang mengalami masalah mental tersebut? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Wanita Cantik Depresi Berat
Momen itu diunggah dalam sebuah video di channel Youtube We Are PNY. Dalam video tersebut, seorang perempuan yang bermisi untuk menyelamatkan Desi, datang langsung dari Jakarta ke Indramayu.
Ia mengatakan jika baru saja mendapatkan laporan jika ada seorang perempuan mantan pemandu karaoke berusia 29 tahun dan punya anak berusia 13 tahun, yang mengalami depresi berat.
“Kita dapat info terkait ada perempuan umur 29 tahun, dia punya anak 13 tahun. Dia depresi karena minum alkohol dan pemakai narkoba,” ucap pemilik channel We Are PNY.
Menurut keterangan teman sekaligus saudara Desi, kejadian tersebut sudah berlangsung satu tahun. Awalnya, Desi adalah perempuan yang normal, dan kemudian ia takut dengan keramaian dan selalu menghindar ketika ada banyak orang.
“Tadinya bisa main, ya bisa berkomunikasi dengan orang lah. Pas berapa bulan, satu tahun kemudian nggak bisa kemana-mana dianya. Kalau ada orang rame-rame dia takut. Menghindar lah, nggak mau yang rame-rame,” ucap teman Desi.
Saat ditemui, Desi yang badannya penuh dengan tato itu hanya bisa tidur di atas kasurnya. Dengan susah payah, Desi akhirnya mau diajak untuk bangun dan ganti pakaian yang telah kotor.
Mantan Pemandu Karaoke
Desi benar-benar takut dengan keramaian. Saat pemilik channel We Are PNY datang dan memintanya untuk bangun. Ia susah sekali untuk nurut. Bahkan, dari wajahnya, Desi tampak ketakutan dan tidak menjawab pertanyaan dengan benar.
Menurut keterangan sang kawan, Desi kerja di Jakarta hanya sebentar saja. Kemudian ia pindah ke Pekanbaru. Setelah pulang dari Pekanbaru, Desi mengalami masalah kesehatan mental. Semakin lama, kondisinya semakin parah.
“Belum separah ini sih tadinya. Masih bisa komunikasi. Lama lama begini,” terang teman Desi.
Terlebih, Desi juga minum obat-obatan yang terlarang. Jika obat tersebut tidak didapatkan, ia biasanya beli di warung untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya yang semakin tidak terkontrol.
Usai mendapatkan penjelasan tentang latar belakang Desi, pemilik channel We Are PNY membawa Desi ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Harapannya, Desi bisa sembuh dan kembali sehat seperti semula.