Bukan dari APBN, Bukber Gratis di Masjid ini Tiap Hari Habiskan Dana Rp60 Juta Lebih
Menariknya lagi, ternyata sumber dana dari makanan buka puasa gratis itu berasal dari donasi masyarakat.
Bulan suci Ramadhan telah tiba. Banyak cara bagi umat Islam untuk berlomba-lomba mendapatkan pahala sekaligus keberkahan dunia akhirat dari Allah SWT.
Salah satunya yakni yang tergambar jelas di sebuah masjid di Kota Yogyakarta ini misalnya. Di sana, saat memasuki bulan Ramadhan, ribuan porsi makanan berbuka gratis siap tersedia sejak pukul 16.00 WIB.
Ribuan jemaah yang berasal dari warga sekitar hingga berbagai pelosok sudut Kota Jogja tak segan ikut mengantre. Menariknya lagi, ternyata sumber dana dari makanan buka puasa gratis itu berasal dari donasi masyarakat.
Padahal, dalam sehari dana yang dibutuhkan mencapai Rp50 juta lebih. Dalam sebulan Rp1 miliar lebih.
Seperti apa penampakan hingga ceritanya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Bukber Gratis di Masjid Jogja
Masjid tersebut ialah Masjid Jogokariyan Jogja. Seperti yang diungkap dalam sebuah unggahan akun TikTok @debiprt_ beberapa waktu lalu, masjid yang terletak di Jalan Jogokariyan No. 36, Mantrijeron, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta ini memang selalu sukses menarik perhatian di kala bulan suci Ramadhan tiba.
Bagaimana tidak, ribuan porsi makan berbuka puasa gratis selalu tersedia setiap harinya. Bahkan, tak sedikit dari masyarakat sekitar hingga warga Jogja secara umum yang bersedia mengantre demi mendapatkan satu porsi makanan berbuka gratis.
Telah berlangsung selama lebih dari 21 tahun, siapa sangka jika masjid ini terus mengalami perkembangan setiap tahunnya. Berawal dari ratusan porsi pada masa awal pendiriannya, kini Takmir Masjid Jogokariyan mampu menyediakan lebih dari 4 ribu porsi setiap harinya.
“Tradisi ini telah berlangsung selama 21 tahun. Awalnya jumlah dari makan berbuka gratis ini cuma 600 sampai 700 porsi sehari kini bisa mencapai 4 ribu porsi dalam waktu satu hari,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Satu porsi makanan seharga Rp15 ribu. Sehingga dalam tiap harinya Masjid Jogokariyan menghabiskan sekira Rp60 juta lebih untuk makanan buka puasa gratis tersebut.
“4 Ribu porsi dikali Rp15 ribu bisa jadi total menghabiskan lebih dari Rp60 juta per hari,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Tahun 2024 lalu, Takmir Masjid Jogokariyan bahkan tercatat telah sukses menyediakan lebih dari 109 ribu porsi dalam satu bulan. Ratusan ribu porsi itu bahkan mampu menghabiskan dana lebih dari Rp1,6 miliar dalam kurun waktu satu bulan saja.
“Ramadhan sebelumnya Takmir masjid menyediakan 109 ribu porsi dengan total dana sekitar 1,6 miliar lebih,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Asal Dana Bukber Gratis
Menariknya, sumber dana dari program ini sama sekali tak mengandalkan uang pemerintah setempat ataupun nasional alias APBN. Dananya tak lain berasal dari donasi yang digalang Takmir Masjid Jogokariyan bagi masyarakat secara luas.
Melalui donasi, masyarakat dapat menyalurkan dana dalam berbagai nominal. Bahkan, uang dalam nominal sedikit tak menjadi masalah.
Setelah uang donasi terkumpul, panitia kemudian diketahui bakal mulai mempersiapkan makanan sejak subuh atau dini hari. Dengan menu yang selalu berganti, Takmir Masjid bersikukuh untuk selalu mampu menghabiskan dana yang terkumpul untuk menjadi makanan gratis bagi para jemaah di sekitar masjid.
“Uangnya darimana? Yang pasti bukan dari APBN tapi dari donasi masyarakat. Masyarakat bisa berdonasi meski hanya untuk satu porsi makan saja yang dapat disalurkan melalui berbagai cara baik online maupun secara langsung,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Banjir Apresiasi
Terungkapnya hal ini membuat warganet seketika merasa takjub. Banyak di antaranya yang langsung mengganjar Takmir Masjid Jogokariyan dengan apresiasi mendalam hingga doa baik.
“Kalau amanah, uang datang sendiri ya. Masya Allah,” tulis akun @kucingkulucu
“Enggak pakai duit negara nih bos. Mantap,” tulis akun @edogawa
“Gini nih, keren. Enggak pakai APBN ya,” tulis akun @kerencuy
“Masya Allah, berkah selalu Masjid Jogokariyan,” tulis akun @diniia
“Masya Allah, jadi pengen ke sana,” tulis akun @emaksantuy
“Subhanallah, seperti tidak masuk akal tapi itulah kenyataannya,” tulis akun @dyahrisana
Mengenal Sejarah Pendirian Masjid Jogokariyan Jogja
Melansir dari laman masjidjogokariyan.com, Masjid Jogokariyan sendiri ternyata memiliki sejarah hingga asal-usul penamaan masjid yang cukup berbeda nan unik dari umumnya. Menurut sejarahnya, masjid yang berlokasi di Jalan Jogokariyan No. 36, Mantrijeron, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta ini mulanya hanya merupakan sebuah langgar kecil di area perkampungan pinggir selatan Yogyakarata.
Ternyata, nama masjid yang satu ini berdasarkan sunnah Rasulullah SAW sendiri ketika memberi nama sebuah bangunan tempat ibadah pertama di Kuba Madina. Saat itu Rasulullah menamainya dengan Masjid Kuba.
Selain itu, para pendiri Masjid Jogokariyan pada tahun 1966 tersebut sepakat jika masjid diharapkan memiliki wilayah yang jelas dengan penamaan masjid sesuai dengan lokasi berdirinya.
Di samping itu, masjid ini diharapkan para pendirinya mampu menjadi perekat dan pemersatu masyarakat sekitar yang sebelumnya sempat mengelompok akibat gerakan politik di masa sebelum tahun 1965.
Hingga saat ini, setidaknya diketahui terdapat belasan program kerja Takmir yang terbukti membuat warga sekitar hingga masyarakat Kota Jogja khususnya untuk terus beribadah hingga sekadar meramaikan area masjid.