LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Bukan AS, Ternyata Negara Ini yang Pertama Kali Melakukan Perang Dagang

Inggris dan Belanda telah terlibat dalam perang dagang pertama di dunia pada abad ke-17.

Jumat, 11 Apr 2025 13:44:00
perang dagang
Perang Dagang China AS (@ 2023 merdeka.com)
Advertisement

Perang dagang yang belakangan ini menjadi sorotan global akibat kebijakan proteksionis Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump, ternyata bukanlah fenomena baru.

Perang dagang selalu dilakukan suatu negara sebagai bentuk penguatan proses perdagangan (proteksionisme) terhadap negara lain. Tapi ternyata, AS bukan negara pertama yang melakukan hal tersebut.

Sejarah mencatat babak pertama perang dagang jauh lebih awal terjadi, bahkan melibatkan konflik militer. Negara yang memulai praktik perang dagang ini bukanlah Amerika Serikat, melainkan Inggris.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada Senin pagi, didorong oleh sentimen negatif yang masih membayangi perekonomian Amerika Serikat. © 2025 Antaranews

Pada tahun 1651, Inggris memberlakukan Navigation Acts, undang-undang yang secara efektif memulai perang dagang pertama dalam sejarah dengan menargetkan Belanda, penguasa perdagangan global saat itu.

Advertisement

Undang-undang ini memicu serangkaian peristiwa yang menunjukkan betapa persaingan ekonomi antar negara bisa berujung pada konflik bersenjata. Perang dagang antara Inggris dan Belanda bukan hanya sekadar perang tarif, tetapi juga melibatkan konflik militer langsung.

Konflik ini menjadi bukti sejarah awal bagaimana perebutan kekuasaan ekonomi bisa memicu peperangan. Jauh sebelum era modern dengan perang dagang yang lebih banyak berfokus pada kebijakan proteksionis seperti tarif dan hambatan perdagangan lainnya.

Advertisement

Navigation Acts: Awal Mula Perang Dagang Inggris-Belanda

Navigation Acts merupakan tonggak sejarah dimulainya perang dagang. Undang-undang ini melarang kapal asing mengangkut barang ke Inggris dan koloninya, kecuali kapal-kapal yang nakhodanya dan mayoritas awaknya adalah warga negara Inggris.

Langkah ini secara langsung menargetkan Belanda yang saat itu menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dari Indonesia. Tujuan utama Navigation Acts adalah untuk membatasi kekuatan ekonomi Belanda dan melindungi kepentingan perdagangan Inggris.

Dengan membatasi akses Belanda, Inggris berupaya untuk melemahkan posisi ekonomi Belanda dan memperkuat dominasi perdagangannya sendiri. Langkah ini menunjukkan bagaimana negara-negara pada masa lalu menggunakan kebijakan proteksionis untuk mencapai tujuan ekonomi dan politiknya.

Dampak Navigation Acts sangat signifikan. Undang-undang ini memicu ketegangan antara Inggris dan Belanda yang berujung pada Perang Anglo-Belanda Pertama (1652-1654).

Persaingan Rempah-rempah: Perebutan Kekayaan Nusantara

Persaingan antara Inggris dan Belanda dipicu oleh perebutan kekayaan rempah-rempah dari Nusantara. Rempah-rempah seperti pala, cengkeh, dan lada sangat berharga di Eropa. Belanda telah berhasil menguasai sebagian besar perdagangan rempah-rempah melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

Inggris yang terlambat masuk dalam persaingan ini berupaya keras untuk mendapatkan bagian dari 'kue' perdagangan rempah-rempah. Ekspedisi-ekspedisi dagang Inggris dikirim ke Nusantara pada awal abad ke-17.

Mereka mendirikan pos-pos dagang di berbagai wilayah seperti Banten, Jayakarta (Jakarta), Makassar, dan Ambon. Namun, upaya ini menghadapi perlawanan kuat dari VOC yang telah lebih dulu mengukuhkan posisinya.

Persaingan ini berlangsung selama berabad-abad, mewarnai dinamika politik di Nusantara. Meskipun kedua negara sama-sama merupakan kekuatan kolonial Eropa, terdapat perbedaan signifikan dalam durasi dan cakupan kekuasaannya di Indonesia.

Dampak Perang Dagang Sepanjang Sejarah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 13,28 poin pada Selasa pagi, merespon antisipasi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. © 2025 Antaranews

Perang dagang antara Inggris dan Belanda memberikan pelajaran berharga tentang dampak persaingan ekonomi yang intensif. Konflik ini menunjukkan bahwa persaingan ekonomi yang tidak terkendali dapat berujung pada konflik bersenjata.

Perang dagang modern meskipun tidak melibatkan konflik militer secara langsung, tetap memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian global. Perang dagang, baik di masa lalu maupun sekarang selalu diwarnai dengan kebijakan proteksionis seperti tarif dan hambatan perdagangan lainnya.

Tujuannya seringkali untuk melindungi industri dalam negeri dan meningkatkan daya saing di pasar internasional. Namun, kebijakan tersebut juga dapat memicu retaliasi dari negara lain yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak yang terlibat.

Advertisement

Sejarah menunjukkan bahwa persaingan ekonomi yang tidak terkendali dapat berujung pada konflik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara untuk mencari solusi yang damai dan saling menguntungkan dalam menyelesaikan perbedaan ekonomi.

Berita Terbaru
  • DPR kan Bentuk UU Omnibus Law Klaster Ketenagakerjaan
  • Hari Buruh, 12 Kereta Api Jarak Jauh Keberangkatan Stasiun Gambir Berhenti di Jatinegara
  • Pentingnya Sertifikasi Halal untuk Beri Perlindungan dan Kepastian Bagi Masyarakat
  • Jangan Sampai Rugi! Inspeksi Kendaraan Jadi Kunci Jual Mobil Untung
  • Evakuasi Rampung! 13 WNI dari Iran Tiba di Indonesia
  • belanda
  • berita paham
  • ekonomi
  • inggris
  • konten ai
  • merdekatrend
  • nais
  • perang dagang
  • perang dagang amerika china
  • perang dagang global
  • politik
  • trending
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
K
Reporter Khulafa Pinta Winastya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.