Balas Serangan AS, Rudal Iran Bombardir Pangkalan, Radar hingga Kapal Amerika di Irak dan Teluk Persia
Serangan tersebut menandai babak baru eskalasi militer yang dalam beberapa hari terakhir terus memanas antara kedua negara.
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah aset militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut dilakukan menyusul serangan yang lebih dahulu dilancarkan Washington terhadap wilayah Iran.
Kantor berita Iran, Nour News, melaporkan pada Kamis bahwa Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Harir milik Amerika Serikat yang berada di Irak utara.
Serangan tersebut menandai babak baru eskalasi militer yang dalam beberapa hari terakhir terus memanas antara kedua negara.
Sasaran Meluas ke Radar dan Kapal AS
Selain menyerang pangkalan udara di Irak, laporan tersebut menyebut Iran juga melancarkan serangan terhadap sebuah situs radar milik Amerika Serikat di Wilayah Kurdistan Irak.
Tidak hanya itu, Teheran dikabarkan menargetkan sejumlah kapal Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan Selat Hormuz dan Teluk Persia, dua jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai dampak serangan maupun kemungkinan korban dari pihak Amerika Serikat. Demikian dilansir Antara, Kamis (11/6/2026).
Trump Sebelumnya Ancam Serangan Besar
Eskalasi terbaru terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan keras terhadap Iran pada Rabu (10/6). Trump menuduh Teheran sengaja mengulur proses perundingan yang sedang berlangsung dan menegaskan bahwa Washington siap melancarkan operasi militer dalam skala besar.
Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa hubungan kedua negara kembali memasuki fase konfrontatif setelah upaya diplomasi yang berjalan dalam beberapa bulan terakhir belum menghasilkan kesepakatan berarti.
Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota Iran
Di tengah meningkatnya ketegangan, media Iran melaporkan serangkaian ledakan yang terjadi pada Kamis dini hari waktu setempat.
Suara ledakan terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Kota Minab, Mohr, Bandar Abbas, dan Sirik yang berada di bagian selatan Iran.
Sebagai respons terhadap situasi tersebut, sistem pertahanan udara diaktifkan di ibu kota Tehran maupun sejumlah wilayah selatan negara itu untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Iran Klaim Ada Pelanggaran Wilayah Udara
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran juga melaporkan adanya pelanggaran wilayah udara di bagian selatan negara tersebut.
Menurut pernyataan mereka, sebuah pesawat tempur F-16 milik Amerika Serikat terdeteksi memasuki wilayah udara Iran.
Insiden tersebut semakin memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya telah diwarnai aksi saling serang dan ancaman militer.
Iran Tutup Selat Hormuz dan Keluarkan Ancaman
Sebagai bagian dari respons terhadap perkembangan terbaru, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kapal.
Keputusan itu berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap jalur perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu rute pelayaran minyak dan gas terpenting di dunia.
Iran juga mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dengan menegaskan akan memberikan respons yang lebih besar apabila terjadi serangan lanjutan.
Pihak militer Iran menyatakan siap melancarkan balasan yang menghancurkan jika Washington kembali melakukan tindakan militer terhadap wilayahnya.
Di tengah saling serang yang terus berlanjut, kekhawatiran terhadap meluasnya konflik di Timur Tengah kembali meningkat. Situasi tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru terkait stabilitas keamanan kawasan dan gangguan terhadap pasokan energi global.