LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

⁠Agenda Terselubung AS-Israel di Balik Gencatan Senjata dengan Hamas di Gaza

Amerika Serikat dan Israel punya misi terselubung di balik gencatan senjata dengan Hamas.

Jumat, 17 Jan 2025 10:43:00
trending
Donald Trump dan Benjamin Netanyahu di Oval Office, Gedung Putih, pada tanggal 5 Maret 2018 di Washington DC. (Mandel Ngan / AFP) (@ 2023 merdeka.com)
Advertisement

Calon penasihat keamanan Nasional Amerika Serikat, Mike Waltz, angkat bicara soal kesepakatan gencatan senjata Israel dan Hamas. Waltz memuji kesepakatan tersebut.

Waltz mengatakan pemerintahan baru AS di bawah Presiden Donald Trump yang segera dilantik tidak akan menghentikan pasokan senjata kepada Israel. Bahkan, AS di bawah Trump akan siap mendukung Israel jika masih perlu untuk menginvasi Gaza.

Selain itu, Waltz juga mendorong agar adanya normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi ketika peperangan antara Israel dan Hamas berakhir. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.

Amerika Serikat Tetap Pasok Senjata ke Israel

Mengutip dari Times of Israel, anak buah Trump yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR Florida, Mike Waltz mengatakan AS di bawah Trump akan mendukung Israel dan memberi pasokan senjata jika negeri zionis itu 'kembali' ke Gaza.

Advertisement

“Kami telah menjelaskannya dengan sangat jelas kepada Israel, dan saya ingin rakyat Israel mendengarkan saya tentang hal ini: Jika mereka perlu kembali, kami akan mendukung mereka,” katanya.

Hamas telah menuntut agar peperangan sesegera mungkin diakhiri seutuhnya. Namun, Israel berdalih bahwa mereka harus terus mempertahankan peperangan. Alasannya untuk memastikan lawannya tidak lagi menjadi ancaman besar.

Advertisement

Padahal, selama ini, pihak yang melakukan serangan hingga mengakibatkan kehancuran dan 46 ribu lebih warga Palestina di Gaza wafat adalah Israel. Mereka telah membunuh puluhan ribu perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah di Gaza. 

Setelah terpilih, Trump berkali-kali mengancam bahwa akan ada "neraka yang harus dibayar" jika tidak ada kesepakatan yang dicapai pada saat ia menjabat. Ancaman itu ditujukannya buat Hamas.

Pemerintahan Joe Biden memainkan peran penting dalam membantu pembicaraan sehingga hampir mencapai kesepakatan beberapa kali, tetapi belum sempat mencapai kesepakatan akhir.

Misi Terselubung

Pertemuan Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu berlangsung di Trump Tower (Telegraph) @ 2023 merdeka.com

Menurutnya, Trump memiliki pengaruh lebih besar atas PM Benjamin Netanyahu daripada Biden. Waltz dalam sebuah wawancara mengatakan jika hubungan pemerintahan yang akan datang dengan Israel akan jauh lebih suportif ketimbang era Biden.

“Saya pikir kita berada dalam posisi yang sangat baik karena pemerintah Israel terkadang tidak mendengarkan nasihat yang tidak begitu baik yang keluar dari pemerintahan ini,” kata Waltz.

Seperti diketahui, Biden sempat menahan pasokan bom seberat 2.000 pon ke Israel, dan Waltz mengatakan jika pemerintahan Trump tidak akan menghentikan pasokan tersebut dengan dalih untuk memastikan Israel dapat mempersenjatai diri.

“Anda tidak akan melihat pemerintahan ini mengerem untuk memastikan Israel dapat mempersenjatai dirinya sendiri.” katanya.

Selain itu, menurut Waltz, AS akan mulai mendorong Arab Saudi untuk menormalisasi hubungan dengan Israel setelah perang berakhir. Ia mengatakan kepada Senor bahwa proses tersebut merupakan prioritas besar.

Pungkasnya, di balik pujian Waltz terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hamas, ia tetap akan mendukung Israel jika serangan ke Gaza kembali dilakukan. Selain itu, ia juga bertekad untuk menghancurkan Hamas yang dipropagandakannya sebagai teroris dan memastikan mereka pergi dari Gaza, tanah air mereka sendiri.

Advertisement

"Kita perlu mengeluarkan orang-orang kita, kita perlu menghancurkan Hamas sebagai organisasi teroris militer dan kita 100 persen mendukung itu, dan kemudian kita dapat kembali menyusun kesepakatan damai di Timur Tengah," katanya.

Berita Terbaru
  • Progres Pembangunan Bendungan Bagong Capai 59,49 Persen, PTPP Optimis Selesai Tepat Waktu
  • Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti: Selalu Buka Ruang Dialog untuk Aspirasi Masyarakat
  • Pemkab dan DPRK Sepakati Perpanjangan PPPK Aceh Barat hingga 2027, Cari Solusi Anggaran
  • Film Suamiku Lukaku: Acha Septriasa dan Baim Wong Angkat Isu KDRT Mendalam
  • Peran Orang Tua dalam Pendidikan Digital Anak Sejak Dini: Panduan Psikolog untuk Era Modern
  • amerika serikat
  • berita update
  • donald trump
  • israel
  • trending
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
M
Reporter Muhammad Farih Fanani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.