LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

9 Tips Menjaga Anak Aman dari Virus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Para murid dan guru harus sama-sama menyesuaikan diri dengan 'new normal'. Bahkan para staf dan pengajar telah diprioritaskan untuk menerima vaksin Covid-19. Selain itu, tentunya disiplin protokol kesehatan yang ketat. Supaya anak-anak bisa belajar di lingkungan yang lebih aman.

2021-10-23 08:05:00
Covid-19
Advertisement

Sejumlah sekolah di Indonesia telah kembali dibuka, usai mendapatkan persetujuan dari pemerintah. Para murid dan guru harus sama-sama menyesuaikan diri dengan 'new normal'. Bahkan para staf dan pengajar telah diprioritaskan untuk menerima vaksin Covid-19.

Selain itu, tentunya disiplin protokol kesehatan yang ketat. Supaya anak-anak bisa belajar di lingkungan yang lebih aman. Jika seluruh pihak mengabaikan protokol, wabah bisa mengakibatkan sekolah ditutup lagi.

Berikut ini beberapa tips yang patut dilakukan di sekolah, patut diketahui oleh para staf maupun wali murid, seperti dilansir dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

Advertisement

1. Pastikan ventilasi yang memadai dan tingkatkan pasokan aliran udara di kelas

Ventilasi alami yang bersih yakni dengan membuka jendela. Sementara jika menggunakan sistem pemanas, ventilasi, atau pendingin udara. Pastikan untuk diperiksa, dirawat, dan dibersihkan secara teratur. Pemeliharaan dan penyaringan ini sangat penting untuk memastikan keefektifan udara yang sehat.

2. Pemantauan yang ketat

Advertisement

Diperlukan efektivitas pelaporan gejala, pemantauan, pengujian cepat, dan penelusuran kasus Covid-19 yang dicurigai. Baik siswa maupun guru yang tengah sakit atau mengalami gejala, tidak wajib mengikuti sekolah tatap muka.

3. Rajin mencuci tangan

Sering-seringlah mencuci tangan, selalu dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Ingatlah untuk tidak menyentuh wajah, mata, hidung, dan mulut yang belum bersih. Atau gunakan pembersih tangan berbasis alkohol, setidaknya 60% alkohol.

Selain itu, ajarkan anak untuk tidak berbagi cangkir dan peralatan makan dengan orang lain. Atau pastikan segera mencuci tangan.

4. Fasilitas prokes di sekolah

Modifikasi di sekolah, terutama di setiap sudut yang kerap dikunjungi. Sediakan fasilitas berupa tempat cuci tangan yang memadai. Hal ini secara perlahan telah menyediakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dan staf.

5. Mematuhi penggunaan masker

Untuk anak-anak antara usia 6 dan 11 tahun, pendekatan berbasis risiko harus diterapkan. Mereka wajib mengenakan masker dengan mempertimbangkan intensitas penularan. Wajib pula disiplin pakai masker bagi para staf.

Sedangkan untuk anak dan remaja usia 12 tahun ke atas, harus mengikuti pedoman masker layaknya orang dewasa. Masker bisa membantu melindungi orang lain. Karena pemakainya mampu terinfeksi, sebelum gejala sakitnya muncul.

6. Menjaga jarak fisik

Menjaga jarak fisik sangat penting, khususnya bagi pengguna transportasi umum seperti bus sekolah. Jelaskan anak mengenai cara bepergian yang aman ke dan dari sekolah.

Atur per kursi satu anak dan pastikan jarak fisik setidaknya 1 meter antar penumpang. Jika memungkinkan, buka jendela bus untuk sirkulasi udara.

7. Contohkan praktik bersin dan batuk yang baik

Demi mencegah penularan Covid-19 di sekolah, anak-anak juga perlu diajarkan mengenai contoh yang baik. Seperti praktik bersin atau batuk menggunakan siku, tisu, atau menutup dengan tangan.

Lalu segera mencuci tangan. Langkah ini begitu wajib diterapkan bagi para guru dan staf.

8. Pantau kesehatan anak

Pantau kesehatan anak-anak Anda dan hindari masuk sekolah jika sakit.

9. Berdiskusi dengan anak dan guru sekolah

Dorong anak Anda untuk mengajukan pertanyaan atau mengungkapkan perasaan mereka. Hal ini akan membantu menjaga kondisi mental atau kejiwaan anak di era pandemi. Ingatlah bahwa anak mungkin memiliki reaksi yang berbeda terhadap stres.

Ditambah lagi, sebagai orangtua Anda bisa berkoordinasi dengan sekolah untuk menerima informasi. Sekaligus mendukung upaya keamanan di sekolah.

(mdk/kur)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.