12 Ustaz dan Ustazah Terbaik Melanjutkan Kompetisi AKSI 2026, Habibi dari Aceh Pimpin Perolehan Nilai
Para peserta dibagi dalam empat kloter yang masing-masing terdiri dari tiga orang.
Kompetisi dakwah “AKSI 2026” yang disiarkan oleh Indosiar terus berlanjut memasuki babak Top 12. Sebanyak 12 ustaz dan ustazah terbaik telah terpilih untuk melanjutkan perjalanan di panggung dakwah tersebut.
Para peserta dibagi dalam empat kloter yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Kloter 1 Gua Hira diisi oleh; Cecep (Tangerang), Habibi (Aceh), dan Rizkom (Bekasi). Kloter 2 Jabal Uhud diisi; Ahdat (Cianjur), Isninda (Boyolali), serta Mukhtar (Bandung). Kloter 3 Bukit Shafa menampilkan Ambo Tang (Samarinda), Ki Bungsu (Serang), dan Thalita (Tuban).
Sementara Kloter 4 Gua Tsur beranggotakan Ainia (Lebak), Kamal (Yogyakarta), dan Rahmat (Timika).
Kompetisi Top 12 Kloter 1 Dibuka Meriah
Babak Top 12 resmi dimulai pada Senin (9/3) dengan penampilan dari Kloter 1 Gua Hira. Acara dipandu oleh Ramzi, Gilang Dirga, Abdel, serta April Jasmine.
Penampilan para peserta dinilai oleh lima dewan juri, yakni Gus Aab, Wijayanto, Mamah Dedeh, Subki Al-Bughury, dan Solmed.
Suasana kompetisi semakin meriah dengan kehadiran sketsa komedi dari grup D’Cendol yang diperankan oleh Azis Gagap, Jirayut, dan Ate, serta penampilan Akbar Family yang terdiri dari Arbil DA7, Valen DA7, Tasya DA7, Dinda DA7, dan Chantika DA7.
Dalam sketsa tersebut, sejumlah karakter bercita-cita menjadi anggota TNI. Salah satunya Ate yang ingin bergabung dengan TNI Angkatan Darat, sementara Jirayut bercita-cita masuk TNI Angkatan Udara meski mengaku takut ketinggian.
Valen DA7 juga turut menyampaikan keinginannya bergabung dengan TNI Angkatan Laut untuk membanggakan orang tua. Momen komedi berlanjut ketika Tasya DA7 dan Dinda DA7 muncul di tengah sesi latihan fisik.
“Jiwa nasionalisme aku tuh tinggi banget karena di hatiku hanya ada ibu pertiwi dan kamu, ibu dari anak-anakku”, ujar Valen DA7 menggoda Tasya DA7 dan Dinda DA7.
Cecep Buka Tausiyah Bertema Nasionalisme
Penampilan pertama datang dari Cecep (Tangerang) yang membawakan tausiyah bertema “Nasionalisme Benteng Iman & Kebangsaan”.
Penampilannya mendapat apresiasi dari dewan juri yang menilai isi ceramahnya mampu memadukan nilai kebangsaan dan ajaran agama.
“Luar biasa tausiyah tadi yang disampaikan menyeimbangkan antara nasionalisme dan agama. Bahwa pada prinsipnya tidak ada pertentangan antara nasionalisme dan agama,” tutur Gus Aab yang langsung ditambahkan oleh Ustaz Subki Al-Bughury.
“Penampilannya bagus, isi tausiyahnya juga bagus. Saran juri pada penampilan sebelumnya juga didengar dengan beberapa perbaikan pada saat menyebutkan tafsir disebut teks aslinya terlebih dahulu lalu kemudian artinya”, tambah Ustaz Subki.
Rizkom Sampaikan Hikmah dari Kehidupan Semut
Peserta kedua, Rizkom (Bekasi), menyampaikan tausiyah bertema “Semut Kecil, Hikmahnya Besar” selama lima menit. Dalam ceramahnya, Rizkom mengajak penonton mengambil pelajaran dari kehidupan semut yang dikenal memiliki semangat kerja sama dan gotong royong.
“Salah satu makhluk ciptaan Allah yang luar biasa adalah semut. Terkadang semut luput dari pandangan manusia, tapi semut diabadikan oleh Allah dalam QS. An-Naml ayat 18. Kehidupan gotong royong semut memiliki hikmah yang luar biasa,” pungkas Rizkom (Bekasi).
Penampilannya mendapat pujian dari Ustazah Mamah Dedeh.
“Luar biasa sekali penampilan Rizkom tadi. Benar sekali yang disampaikan tadi, semut memang harus jadi contoh. Semut yang begitu kerja keras mencari jalan keluar dengan bergotong royong, InsyaAllah kita juga akan mendapat hasil yang memuaskan dengan bekerja keras”, tutur Mamah Dedeh.
Habibi Raih Nilai Tertinggi
Penampilan terakhir datang dari Habibi (Aceh) dengan tema tausiyah “Muslim Stoic, Tips dari Al-Qur’an untuk Hadapi Toxic”. Gus Aab menilai Habibi memiliki kemampuan yang baik dalam mengambil pelajaran dari Al-Qur’an untuk menghadapi berbagai persoalan hidup. Sementara itu, Ustaz Solmed juga memberikan pesan motivasi.
“Lupakan komentar negatif, selalu mengagungkan Allah dengan berdzikir, dan ingat banyak orang yang mendukung kita supaya kita tidak larut dalam luka yang lebih dalam,” ujar Ustaz Solmed dengan didampingi sang istri, April Jasmine.
Berdasarkan akumulasi penilaian dewan juri, Habibi (Aceh) berhasil menempati posisi teratas dengan total 470 poin, disusul Rizkom (Bekasi) dengan 463 poin.
Sementara Cecep (Tangerang) berada di posisi terendah dengan nilai 462 poin sehingga harus Wassalam dan mengakhiri perjalanannya di panggung AKSI 2026.
Kloter 2 Tampil Besok
Kompetisi AKSI 2026 Top 12 masih akan berlanjut pada Selasa, 10 Maret 2026 dengan penampilan dari Kloter 2 Jabal Uhud yang menampilkan Ahdat (Cianjur), Isninda (Boyolali), dan Mukhtar (Bandung).
Selain penampilan para peserta, Akbar Family dan D’Cendol juga akan kembali hadir memeriahkan acara.
Saksikan kompetisi dakwah AKSI 2026 setiap hari pukul 02.00 WIB secara LIVE eksklusif di Indosiar.