LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Untuk darurat, Uber lebih dipercaya ketimbang ambulan

Untuk darurat, Uber lebih dipercaya ketimbang ambulan. Jika ada kecelakaan, atau keadaan gawat darurat lainnya, biasanya kita menelepon 118 atau 119 untuk memanggil ambulan. Namun ternyata fenomena ini sudah berubah dengan menanjaknya tren taksi online.

2017-12-19 09:45:00
Taksi Uber
Advertisement

Jika ada kecelakaan, atau keadaan gawat darurat lainnya, biasanya kita menelepon 118 atau 119 untuk memanggil ambulan. Namun ternyata fenomena ini sudah berubah dengan menanjaknya tren taksi online.

Menurut penelitian yang dimuat Mashable, seorang profesor dari Departemen Ekonomi dari University of Kansas bernama David Slusky, menyebut bahwa di AS penggunaan ambulan ternyata turun ketika Uber diperkenalkan sejak 2013 lalu. Hal ini juga diperkuat data dari Departemen Kesehatan Scripps Mercy Hospital di San Diego, California.

Setelah meninjau semua data, setelah masuknya taksi online seperti Uber, jumlah penggunaan ambulan per kapita turun tujuh persen.

Advertisement

Hal ini diduga disebabkan karena biaya panggil ambulan yang ternyata cukup mahal, ketimbang menaiki Uber yang cukup murah dan praktis. Meski tentu naik Uber sama sekali tak menjamin adanya perlengkapan medis yang mumpuni.

Selain itu, menurut sang profesor, menaiki taksi online tak membuat penumpang harus datang ke rumah sakit terdekat, namun datang ke rumah sakit yang lebih bisa ia percaya.

Selain itu tentu alasan paling masuk akal adalah banyaknya armada Uber yang membuat proses tunggu tak lama.

Advertisement

Mengenai hasil penelitian ini, juru bicara Uber bahkan mengirimkan pernyataan kepada Mashable.

"Kami bersyukur layanan kami telah membantu orang mencapai tujuan mereka ketika sangat dibutuhkan," ungkap sang juru bicara Uber. "Namun perlu dicatat bahwa Uber bukan pengganti penegak hukum atau profesional di bidang medis. Jika terjadi gawat darurat, kami selalu mendorong orang untuk menelepon nomor telepon darurat," tambahnya.

Bagaimana menurut Anda? Apakah hal semacam ini juga terjadi di negara kita?

Baca juga:
Nasib tragis diplomat cantik Inggris diperkosa dan dibunuh sopir Uber
Babak baru drama Uber, dipojokkan mantan petinggi soal suap dan peretasan
Sopir Uber di Atlanta perkosa penumpang sedang mabuk berat
Melihat tren mobilitas Indonesia dan pola perjalanan pengguna Uber
Uber tunjuk Monika Rudijono sebagai presiden Uber Indonesia pertama
Di Singapura, Uber didanai perusahaan taksi untuk bersaing dengan Grab
Aplikasi transportasi jadi sasaran empuk peretas

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.