Uber tunjuk Monika Rudijono sebagai presiden Uber Indonesia pertama
Merdeka.com - Sebagai bagian dari pendekatan Uber ke Asia, perusahaan ride-sharing asal AS tersebut telah menunjuk presiden perusahaan tersebut di Indonesia.
Melansir Techcrunch, ialah Monika Rudijono, yang akan menjadi Presiden Uber Indonesia mulai Januari mendatang. Sebelumnya ia adalah presiden direktur dari firma advertising dan marketing Grey, dan akan jadi partner yang akan melaporkan langsung perkembangan Uber di Indonesia ke Brooks Entwistle, Petinggi Uber untuk kawasan Asia Pasifik minus India.
Indonesia yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan berpenduduk terbesar ke-empat di dunia, adalah pasar yang menarik bagi Uber. Hal ini dikarenakan merujuk laporan Google dan Temasek yang memperkirakan bahwa Indonesia akan menjangkau lebih dari 40 persen industri ride-sharing di Asia Tenggara. Angka pemasukan dari sektor ride-sharing sendiri diprediksi akan mencapai 20 milyar dollar pada 2025 mendatang.

Uber sendiri punya banyak saingan, mulai dari Grab yang merupakan rival Uber di Asia Tenggara, serta Go-Jek yang merupakan startup unicorn asli Indonesia.
Monika pun menyebut ride-sharing sharing berpeluang mengangkat ekonomi masyarakat.
"Ride-sharing mengubah cara kota-kota di Indonesia bergerak, dan membawa peluang ekonomi bagi jutaan orang," ungkap Monika dalam rilisnya yang dimuat Techcrunch.
"Saya senang menjadi bagian dari gerakan ini, dan memimpin transformasi berikutnya dari pertumbuhan Uber di Tanah Air yang saya banggakan," lanjut sang calon Presiden.
Ke depannya, Uber diharapkan bekerja sama dengan perusahaan taksi, Pemerintah dan pihak lain yang sebelumnya dianggap 'musuh', dan membuka persaingan sehat dengan Grab dan Go-Jek.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya