Uber ungkap pelaku peretas data pengguna dan mitranya
Uber ungkap pelaku peretas data pengguna dan mitranya. Uber akhirnya mengungkap siapa pelaku yang melakukan peretasan data pengguna dan mitranya pada tahun 2016 lalu. John Flynn, eksekutif keamanan Uber menyampaikan hal itu di depan komite kongres AS pada Selasa, (6/2) kemarin.
Uber akhirnya mengungkap siapa pelaku yang melakukan peretasan data pengguna dan mitranya pada tahun 2016 lalu. John Flynn, eksekutif keamanan Uber menyampaikan hal itu di depan komite kongres AS pada Selasa, (6/2) kemarin.
Dilaporkan Reuters, Rabu (7/2), berdasarkan pengakuan eksekutif keamanan Uber itu, ada dua orang pelaku yang meretas 25 juta data pengguna dan mitranya. Mereka kini berada di Kanada dan Florida, Amerika Serikat.
Dari jumlah tersebut, 4,1 juta data yang diretas merupakan mitra Uber. Pada Desember lalu, Reuters juga melaporkan bahwa kejadian ini dilakukan oleh pria berusia 20 tahun. Pria ini pun telah dibayar Uber untuk menghilangkan data-data yang telah diretasnya melalui program bug bounty dan tak mengungkap sisi kerentanan keamanan di platform Uber.
Untuk memastikan permintaan pihak Uber telah dilakukan, tim keamanan mereka pun telah menghubungi kedua orang yang melakukan peretasan. Setelah semuanya dilakukan, Uber pun membayar USD 100 ribu. Uber pun mengakui bahwa apa yang dilakukannya dengan membayar hacker itu merupakan kesalahan.
“Kami akui salah tidak melaporkan terkait hal ini kepada konsumen dan penegak hukum,” ujar Flynn.
Anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat, Jerry Moran pun menegur Uber karena keterlambatannya dalam mengungkapkan pelanggaran tersebut.
Baca juga:
Zahir Simply, aplikasi laporan keuangan untuk UMKM, meluncur di Play Store
Tado, aplikasi tanya jawab berbasis video
Telkom Group perkuat bisnis fintech
Startup Ralali.com gandeng ARK Xpress untuk pengiriman barang
Pemerintah harus lakukan uji publik RPM pajak e-commerce
Google konfirmasi investasinya di Go-Jek
Startup besutan Kaesang Pangarep gandeng Grab dan Paytren