Tengkorak Serigala Purba Langka Jadi Rebutan, Harga Lelang Capai Rp493 Juta
Seberapa jarang keberadaan fosil serigala purba ini ditemukan?
Penemuan fosil kembali menjadi perhatian publik setelah fosil dinosaurus Ceratosaurus yang dilelang pada bulan Juli lalu, serta fosil Stegosaurus yang mencetak rekor tahun lalu.
Kini, tengkorak serigala purba atau dire wolf siap untuk dilelang. Fosil ini ditemukan di Amerika Serikat. Fosil predator dari Zaman Es ini diperkirakan akan terjual dengan harga minimal 30 ribu dolar AS, setara dengan sekitar Rp493 juta, saat dilelang pada akhir bulan Agustus. Hal ini diinformasikan oleh Mental Floss pada Selasa (16/9).
Tengkorak dari anjing purba ini memiliki ukuran hampir satu kaki. Sesuai dengan deskripsi dalam lelang, hanya bagian atas tengkorak yang merupakan bagian asli, sedangkan rahang bawah adalah replika yang dicat dan diberi efek agar terlihat tua, menyerupai fosil aslinya.
Bagian rahang atas menunjukkan tanda-tanda keausan alami, termasuk gigi taring besar, yang mengindikasikan bahwa hewan ini sudah mencapai usia dewasa saat meninggal.
Momen dinanti kolektor dan peneliti
Menurut laporan dari Popular Science, tengkorak serigala purba akan menjadi salah satu barang yang dilelang dalam acara Nature & Science Signature Natural History Auction yang diselenggarakan oleh Heritage Auctions.
Selain itu, fosil dari predator puncak, yaitu Tyrannosaurus rex, juga akan tersedia dalam lelang tersebut. Sebuah gigi melengkung yang memiliki panjang 3 inci diperkirakan akan terjual dengan harga lebih dari 12 ribu dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp195 juta.
Di sisi lain, fosil tulang belakang seberat 3 kilogram dan panjang sekitar 25 cm diprediksi akan terjual seharga 6 ribu dolar AS atau sekitar Rp97 juta.
Para penggemar paleontologi pun memiliki kesempatan untuk membawa pulang berbagai fosil menarik lainnya, seperti tulang beruang gua, Triceratops, dan juga reptil laut raksasa Tylosaurus proriger.
Lelang ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para kolektor dan peneliti yang ingin menambah koleksi fosil mereka.
Dengan beragamnya fosil yang ditawarkan, acara ini diharapkan dapat menarik perhatian banyak orang dan meningkatkan minat terhadap ilmu paleontologi.