LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Telkom jadi penguasa frekuensi di Indonesia

Frekuensi milik Grup Telkom tersebar pada layanan Flexi, satelit, BWA, dan anak usahanya, Telkomsel.

2014-02-03 11:02:00
PT Telkom
Advertisement

Grup Telkom tercatat sebagai penguasa frekuensi di Indonesia karena saat ini memiliki lebar spektrum hingga 325MHz. Hal tersebut dari riset yang dipublikasikan Indonesia ICT Institute, pekan lalu.

Frekuensi milik Grup Telkom tersebar pada layanan Flexi, satelit, BWA, dan anak usahanya, Telkomsel. Untuk Flexi, Telkom memiliki 5MHz di pita 850MHz, satelit selebar 200MHz di pita 3,5MHz dan BWA di pita 2,3GHz selebar 75MHz.

Meskipun Telkom menyatakan sudah mengembalikan frekuensi di pita 2,3GHz, namun tak jelas berapa sebenarnya lebar spektrum yang dikembalikan BUMN telekomunikasi itu.

Sementara Telkomsel saat ini menguasai total frekuensi selebar 5MHz, sama dengan yang dimiliki XL. Sehingga dua operator seluler itu saat ini menjadi pemilik terbesar frekuensi seluler.



Komisi I DPR berteriak soal frekuensi yang dikatakan merupakan sumber daya yang pengalokasianya perlu dilakukan secara berhati-hati. Apa yang disampaikan DPR ini memang menjadikan frekuensi sebagai isu yang menjadi buah bibir beberapa waktu terakhir ini, terutama pasca konsolidasi sejumlah operator seperti XL dengan Axis.

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementeri Kominfo M. Budi Setiawan, beberapa operator sudah memasuki zona merah alias kekurangan frekuensi sehingga penataan frekuensi menjadi cukup mendesak.

Saat ini operator menggunakan frekuensi dalam rentang 450MHz hingga 3,5GHz, frekuensi-frekuensi yang dapat dipakai untuk broadband nirkabel, meski 2,6 serta 3,5GHz dipakai TV berlangganan berbasis satelit.

Selain alokasi tiap entitas operator, Indonesia ICT Institute juga mengumpulkan alokasi frekuensi berdasar grup atau konsolidasi yang sudah terjadi, seperti Bakrie Telecom yang membeli Sampoerna Telecom Indonesia dan Reka Jasa Akses (REJA) dicoba dikelompokan sebagai Bakrie Telecom, kemudian PT Telkom dan PT Telkomsel, ada juga Indosat dan IM2, serta Sinar Mas yang memiliki SmartFren dan SmartTelecom.

Baca Juga:
Anak usaha Tower Bersama ogah bicarakan akuisisi Mitratel
Telkom sisihkan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk kegiatan sosial
Kerja sama Telkom-Telstra dinginkan hubungan RI-Australia
Operator seluler berlomba bantu korban bencana di Indonesia
Telkom perkuat dukungan terhadap dunia pendidikan

Advertisement
(mdk/ega)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.