Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kerja sama Telkom-Telstra dinginkan hubungan RI-Australia

Kerja sama Telkom-Telstra dinginkan hubungan RI-Australia Indonesia-Australia. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Hubungan Indonesia dengan Australia sempat memanas pada pertengahan tahun lalu setelah negeri kanguru tersebut terbukti melakukan penyadapan pada Presiden, Ibu Negara, dan sejumlah pejabat.

Bahkan ketegangan di antara keduanya ditandai dengan dipanggilnya duta besar Indonesia untuk Australia sebagai wujud protes keras Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, di tengah ketegangan yang belum mereda, kedua operator dari negara masing-masing malah menjalin hubungan mesra lewat kerja sama membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV).

Telstra menjawab kekhawatiran tentang gejolak yang berkembang dalam hubungan politik Australia dengan Indonesia dengan penandatanganan kesepakatan dengan penyedia telekomunikasi BUMN, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom).

Memorandum kesepahaman yang tidak mengikat ini adalah rencana Telstra dengan Telkom untuk membangun perusahaan patungan yang akan memberikan layanan telekomunikasi kepada pelanggan Telkom saat ekonomi Indonesia yang tumbuh ini.

Group Executive Telstra untuk Global Enterprise dan Services Brendon Riley mengatakan, sebagaimana dilansir The Australian, pihaknya memiliki dukungan regulasi untuk usaha baru dan tidak khawatir dengan hambatan dari pemerintah Indonesia meski saat ini terjadi ketegangan politik yang dipicu oleh tuduhan spionase internasional tahun lalu.

Pihaknya tidak khawatir tentang hal itu. "Selalu ada risiko, tapi kami mencari penciptaan kemampuan baru. Kami akan membawa pengalaman kami untuk bekerja dengan Telkom. Saya berpikir ini baik untuk industri , untuk Telkom, kami dan pelanggan di Indonesia," katanya.

Pembentukan JV adalah langkah terbaru Telstra untuk meningkatkan pertumbuhan divisi Aplikasi Jaringan dan Layanan di seluruh wilayah.

Menurut ketentuan MOU, perusahaan patungan yang diusulkan akan menjadi penyedia eksklusif jaringan dan layanan keamanan serta cloud dan layanan komunikasi terpadu untuk pelanggan Telstra dan Telkom di wilayah ini.

Riley mengatakan peluang pendapatan untuk usaha baru selama enam tahun ke depan akan menjadi lebih dari beberapa miliar dolar. "Ini tumbuh menjadi pasar yang besar dan kami ingin bekerja dengan Telkom untuk menambah pangsa yang bagus itu," katanya.

"Dengan populasi lebih dari 240 juta, dimana 130 juta pelanggan Telkom, Indonesia merupakan daerah yang signifikan dan pertumbuhan baru untuk Telstra," yakin Riley. (mdk/dzm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP