Telkom buat Balikpapan jadi kota cyber
Telkom menyerahkan 1000 titik koneksi internet WIFI.id untuk seluruh kota kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Tidak hanya ingin memajukan kota-kota di Jawa saja, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) juga bangun kota cyber lain di luar pulau Jawa.
Dalam hal ini, Telkom menyerahkan 1000 titik koneksi internet WIFI.id untuk seluruh kota kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Dengan 1000 titik WIFI.id ini maka diharapkan Balikpapan mampu untuk menjelma menjadi kota cyber yang mana terdapat sambungan internet di semua tempat.
WIFI.Id yang diserahkan Telkom ini ada di tempat-tempat umum seperti taman-taman kota seperti Taman Bekapai, sekolah dan kampus, rumah sakit, mal, Bandara Sepinggan, kantor-kantor pemerintah dan swasta, perbankan, hotel, restoran, bahkan hingga tempat ibadah.
"Dari Telkom untuk masyarakat Balikpapan yang sangat dinamis dalam perkembangan teknologi," kata Direktur Pelayanan Pelanggan PT Telkom Tbk Sukardi Silalahi pada HUT ke-117 Kota Balikpapan di lapangan Merdeka Balikpapan, seperti dikutip dari Antara, Senin (10/02).
Untuk setiap sambungan WIFI.Id tersebut, Telkom menyediakan kapasitas akses data hingga lebih dari 10 Megabyte Per Second (mbps).
"Sangat cukup bagi masyarakat untuk melakukan browsing, transaksi online, maupun koneksi ke media sosial," kata General Manager Telkom Witel Kalimantan Timur-Selatan Suhardiman Ismail.
Menurut dia, koneksi internet telah secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi sebagaimana laporan Deloitte Acces Economics mewakili Google Asia Pasifik yang menyebutkan bahwa kontribusi internet terhadap ekonomi Indonesia mencapai 1,6 persen dari total pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia di tahun 2011.
Angka itu, kata dia, diharapkan terus bertambah dan terus tumbuh dalam 5 tahun ke depan hingga mencapai 2,5 persen dari pendapatan PDB.
WIFI.Id sendiri adalah bagian dari program Indonesia Digital Network (IDN) Telkom Group. Program itu dikerjakan dalam 3 kluster besar yaitu pertama ID-Access, ID-Ring, dan ID-Convergance.
ID-Access, menurut Sukardi Silalahi, adalah pekerjaan pengembangan infrastruktur jaringan true broadband untuk pelanggan dari 7,3 juta broadband mulai November 2013 menjadi 20 juta akhir 2015 mendatang.
ID-Ring merupakan pekerjaan pengembangan infrastruktur jaringan kabel serat optik sepanjang 68.500 km meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, serta Bali dan Nusa Tenggara.
"Sampai 2015 targetnya terpasang hingga 75.000 km," ungkap Silalahi.
Dia mengatakan, ID-Convergence adalah pengembangan infrastruktur jaringan data center, di mana sampai November 2013 sudah tercapai 32.500 meter persegi data center dari target 100.000 meter persegi data center pada akhir tahun 2015.
Baca juga:
Telkom jadi penguasa frekuensi di Indonesia
Anak usaha Tower Bersama ogah bicarakan akuisisi Mitratel
Telkom sisihkan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk kegiatan sosial
Kerja sama Telkom-Telstra dinginkan hubungan RI-Australia
Operator seluler berlomba bantu korban bencana di Indonesia
Telkom perkuat dukungan terhadap dunia pendidikan
Telkom dan Telstra Australia sepakat bawa NAS ke Indonesia