Teknologi enabler, disruptive soal cara berpikir
Teknologi enabler, disruptive soal cara berpikir. Di zaman yang serba disruptive, pelaku industri hendaknya mampu mengantisipasi hal itu dalam pengembangan industrinya. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.
Di zaman yang serba disruptive, pelaku industri hendaknya mampu mengantisipasi hal itu dalam pengembangan industrinya. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.
Menurutnya, bila banyak keberadaan teknologi men-disruptive, sebenarnya bukanlah semata-mata karena teknologi saja. Melainkan daya pikir yang mampu memanfaatkan teknologi.
“Teknologi sendiri hanya enabler, yang berubah adalah cara pikir. Jadi ajak orang dan talenta untuk selalu mencari cara baru sehingga bisa membuat perusahaan resilience terhadap kompetisi,” kata Menteri Rudi yang dilansir dari laman resmi Kemkominfo, Rabu (17/1).
Lebih lanjut dijelaskannya, ke depan ada beberapa teknologi yang bisa digunakan sebagai enabler. Teknologi itu diantaranya robot, kecerdasaran buatan, Internet of Things, Cloud Computing, Big Data Analytic, 3D printing, dan digital payment systems.
Apalagi kata dia, penggunaan teknologi mutlak diperlukan karena pada tahun 2030 negeri ini mendapatkan bonus demografis. Pertumbuhan ekonomi diprediksikan bakal 2,5 kali lipat dari sekarang. Maka, republik ini bisa dipastikan bakal berpeluang menjadi ekonomi terbesar ke lima di dunia.
“Yang terpenting adalah bagaimana merubah mindset dan pola pikir kita dengan mencari proses baru. Semua perusahaan yang monopoli dan oligopoli akan terdisrupsi oleh cara pikir,” jelasnya.
Baca juga:
Rilisnya masih misteri, wujud Motorola Moto E5 sudah bocor duluan
Body Samsung Galaxy S9 dan S9+ pakai bahan Metal 12?
BlackBerry perkenalkan Jarvis
Ketika penyusup masuk diam-diam di aplikasi pesan instan
Cortana dan Siri masih jauh di belakang Google Assistant dan Alexa
Merasa tersaingi Samsung, ZTE bakal luncurkan smartphone lipat (lagi)
Saat ZTE tabuh genderang untuk perang smartphone lipat dengan Samsung