Strategi Flip for Business Catat Pertumbuhan 5 Kali Lipat
Diklaim lebih dari 1.000 perusahaan lintas sektor kini memanfaatkan Flip for Business.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, layanan Flip for Business mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 5 kali lipat dalam nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) sepanjang periode kuartal I 2023 hingga kuartal I 2024.
Flip, perusahaan teknologi finansial (fintech) yang menaungi layanan tersebut, melaporkan bahwa lebih dari 1.000 perusahaan lintas sektor kini memanfaatkan Flip for Business. Para klien mencakup institusi keuangan, startup teknologi, perusahaan ritel besar, hingga penyedia layanan gaya hidup.
“Sejak awal, Flip hadir bukan hanya sebagai layanan transfer uang, melainkan ekosistem keuangan terintegrasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Rafi Putra Arriyan, Co-Founder Flip dalam keterangannya, Selasa (8/7).
Ia menekankan bahwa kebutuhan pelaku usaha terhadap solusi keuangan yang efisien dan fleksibel semakin mendesak di tengah ketidakpastian ekonomi. Flip for Business diklaim mampu membantu bisnis dari semua skala melalui biaya layanan lebih rendah, infrastruktur andal, dan tanpa syarat minimum transaksi.
Layanan ini disebut mampu memangkas biaya hingga 70 persen dibandingkan metode konvensional seperti virtual account atau sistem perbankan tradisional.
Selain tanpa biaya pendaftaran, Flip for Business dapat langsung digunakan oleh usaha rintisan hingga korporasi besar untuk berbagai kebutuhan, termasuk transfer massal antar bank, pembayaran gaji (payroll), pencairan insentif, hingga pelaporan transaksi real-time.
Pertumbuhan pesat Flip for Business dinilai sejalan dengan tantangan akses keuangan yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia. Mengutip laporan Indonesia Economic Prospects 2024 dari Bank Dunia, 29 persen pelaku UMKM menyebut akses keuangan sebagai hambatan utama, sementara 34 persen mengeluhkan beban administrasi dan perpajakan.
Selain biaya yang kompetitif, Flip for Business mengandalkan infrastruktur layanan dengan tingkat keberhasilan transfer yang konsisten tinggi serta layanan pelanggan yang responsif. Hal ini disebut menjadi alasan utama para mitra bisnis memilih menggunakan layanan tersebut secara berkelanjutan.
SeaBank menjadi salah satu klien yang mengandalkan Flip for Business untuk mendukung operasional harian. Kepala Divisi Retail Banking SeaBank, Primadi Joshua, menyebut layanan Flip terbukti stabil dan cepat tanggap dalam menangani kebutuhan transfer dengan volume transaksi harian yang tinggi.
“Dengan volume transaksi harian yang tinggi, kami membutuhkan mitra yang stabil, cepat tanggap, dan proaktif dalam penanganan masalah. Flip mampu memenuhi semua itu,” kata Primadi.
Flip for Business sendiri diluncurkan pada 2022 sebagai bagian dari komitmen Flip dalam menyediakan layanan keuangan yang transparan dan terjangkau untuk pelaku usaha.
Flip, yang berdiri sejak 2015 dan berizin di bawah pengawasan Bank Indonesia, telah berevolusi menjadi platform layanan keuangan komprehensif.
Selain Flip for Business, perusahaan juga menawarkan layanan transfer antar bank gratis untuk individu, pengiriman uang internasional melalui Flip Globe, dan pembayaran berbagai tagihan.