LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Soal openBTS, Menkominfo: Yang penting percepatan akses

Menkominfo menampik sudah menganaktirikan OpenBTS terkait uji coba balon internet Google

2015-11-05 12:04:00
Internet Indonesia
Advertisement

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menegaskan jika uji coba balon internet yang dilakukan oleh tiga operator selular, Telkomsel, XL, dan Indosat, juga boleh digunakan oleh pegiat open BTS.

Persepsi menganaktirikan OpenBTS pun dirinya tampik. Bagi pria yang akrab disapa Chief RA ini, pemerataan akses adalah hal yang paling fundamental.

"Bagi saya, prinsipnya mau OpenBTS, mau balon Google, apa saja yang penting percepatan akses," katanya kepada wartawan tadi malam selepas acara peresmian pabrikasi Lenovo di Indonesia, Rabu (4/11), di Jakarta.

Advertisement

Kendati begitu, kata dia, itu juga tergantung dari para operator selularnya. Letak persoalannya adalah OpenBTS hanya menangkap menyalurkan sinyal semata, namun sinyal sesungguhnya milik operator dan tetap memakai jaringan operator.

"Karena operator telekomunikasi kan ada standar kualitasnya. Mungkin nanti solusinya OpenBTS boleh, tapi harus ada dulu yang menjamin kualitasnya. Jadi, kalau cuma tes saja sih nggak masalah. Dengan Google pun barun technical test, belum ada model bisnisnya," ujarnya.

Sebelumnya, aksi kerja sama uji coba tiga operator selular dengan menggunakan balon internet dikritisi oleh pegiat OpenBTS. Menurut Direktur ICT Watch, Donny BU, pemerintah seharusnya memperkenankan dan mendukung openBTS atas dasar 'netralitas' teknologi.

Advertisement

"Kami memberikan perhatian kritis atas rencana implementasi teknologi balon internet Google di Indonesia, yang nota kesepahamannya baru saja ditandatangani antara Google dengan Telkomsel, XL Axiata dan Indosat," ujarnya.

"Pemerintah haruslah melakukan upaya yang sama agar teknologi alternatif, semisal OpenBTS, diperkenankan pula menggunakan frekuensi 900 MHz untuk penelitian dan pengembangan," imbuhnya.

Kata Donny, teknologi OpenBTS ini merupakan teknologi yang telah terbukti dapat dikembangkan dari dan oleh masyarakat Indonesia untuk membantu mengatasi kesenjangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, juga dalam situasi gawat darurat bencana.

Baca juga:
APJII sesalkan balon internet Google cuma kerjasama operator selular
Balon internet Google pakai frekuensi 900 MHz milik 3 operator telko
Ericsson: Balon Google masih uji coba, Zero Site sudah terbukti
Smartfren pikir-pikir ikut proyek uji coba balon internet
Uji coba operator telko dan balon Google, dikritisi pegiat openBTS

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.