Sasar logistik e-commerce jadi fokus Ninja Xpress
Ninja Xpress mempunyai layanan unggulan berupa sistem tracking secara real time
Beberapa tahun terakhir ini, perkembangan industri e-commerce begitu pesat. Menilik data dari riset Google dan Temasek Singapura, memprediksi pasar online di Indonesia mencapai USD 81 miliar di 2025. Angka yang besar ini yang kemudian memicu tumbuhnya pemain di industri ini.
Besarnya pasar itu, tentu saja akan berdampak pula terhadap munculnya pemain logistik baru. Hipotesa itu terungkap sudah jika baru-baru ini pemain logistik baru asal Singapura, Ninja Van, mengepakkan bisnisnya ke Indonesia dengan nama Ninja Xpress.
"Para pendiri dan pemegang saham Ninja Van melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat berpotensi, terutama melihat pertumbuhan e-commerce di negara ini selama beberapa tahun terakhir," ujar Country Head Ninja Xpress, Indra Wiralaksmana, saat acara konferensi pers di Jakarta, Selasa (06/09).
Dikatakannya, kehadiran mereka di Indonesia memang difokuskan untuk memberikan layanan logistik bagi para pelaku e-commerce. Bahkan mereka mengklaim, jika memiliki keunggulan dari para kompetitor lain terutama dari sisi teknologinya, yaitu sistem tracking secara real time.
"Teknologi kami bangun dari nol. Kemudian secara spesifik disesuaikan untuk para pelaku e-commerce. Jadi dengan menggunakan teknologi kami, bisa tahu secara realtime status kiriman barang yang bisa diakses selama 24 jam dan juga Jika kiriman datang konsumen tidak dapat menerima, konsumen akan mendapatkan notifikasi berupa email yang nantinya bisa jadwalkan pengiriman kembali," tuturnya.
Untuk tahun pertama ini, mereka berencana akan memfokuskan penguatan wilayah Jawa terlebih dahulu seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Malang. Untuk wilayah Sumatera, Medan menjadi fokus utama penguatan mereka.
"Ini kami lakukan karena tentu saja harus memperhatikan kebutuhan e-commerce yang paling besar di wilayah mana saja. Ya, memang ada kebutuhan di Papua. Tapi kalau bicara porsi pengiriman ke Papua belum sebesar itu. Tapi kita akan mengarah ke sana, namun kita prioritaskan pulau Jawa terlebih dahulu," terangnya.
Saat ini Ninja Xpress telah memiliki partner e-commerce seperti Berrybenka, Tokopedia, dan lain sebagainya. Meski baru masuk ke Indonesia di awal tahun 2016, Indra mengakui saat ini sudah ada ribuan transaksi dalam seharinya. Namun dia enggan untuk membuka detail angka pastinya. Begitu juga dengan jumlah investasi yang dilakukan Ninja Xpress di Indonesia.
Walau demikian, Ninja Xpress merupakan afiliasi dari Ninja Van yang pada sekitar bulan April lalu telah mendapatkan pendanaan seri B yang dipimpin oleh The Abraaj Group dengan beberapa investor yang sudah ada seperti Monk’s Hill Ventures and B Capital Group and YJ Capital (Yahoo Japan) sebesar USD 30 juta.
Seperti yang dilansir dari Techinasia, The Abraaj Group merupakan investor internasional yang beroperasi di Afrika, Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Turki. Selain beroperasi di Singapura dan Indonesia, Ninja Van juga hadir di Malaysia. Dari pendanaan itu, direncanakan akan melebarkan sayap ke Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Baca juga:
Alfacart.com ingin tepis keraguan masyarakat belanja online
Aulia Marinto terpilih jadi Ketum baru asosiasi e-commerce
Menkominfo bujuk investor tanam modal di sektor e-commerce
Jualo dapatkan pendanaan baru
Gandeng Line, JD.ID gelar program diskon JD Half