LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Rencana blokir Google dan Youtube dipandang sekadar sindrom puasa

Google dan YouTube dianggap penebar konten negatif terutama pornografi.

2016-06-08 20:12:00
Pornografi
Advertisement

Direktur Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyudi Djafar, ikut berpendapat soal pernyataan dari Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang meminta pemerintah untuk memblokir Google dan YouTube lantaran dianggap penebar konten negatif terutama pornografi. Menurutnya, hal itu merupakan sindrom yang dilakukan saat bulan Puasa.

"Itu seperti sindrom saat bulan Puasa," jelasnya saat acara diskusi yang diselenggarakan ELSAM membahas mengenai UU ITE di Jakarta, Rabu (08/06).

Dirinya pun menjelaskan saat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dipimpin oleh Tifatul Sembiring. Politikus PKS itu dinilai sering mengumpulkan para Penyelenggara Jasa Internet Internet atau Internet Service Provider (ISP) untuk meminta mereka menghapus konten-konten yang bernuansakan pornografi.

Advertisement

"Sementara, Menkominfo yang sekarang tidak demikian. Malah permintaan itu datang dari luar yang tak tanggung-tanggung meminta untuk memblokir Google dan Youtube," terang dia.

Nah, hal inilah merupakan letak di mana masih adanya aturan yang tak tegas terkait pemblokiran. Selama ini, dikatakannya, belum ada aturan jelas soal tata cara pemblokiran yang jelas dan kriterianya soal konten-konten yang harus dibatasi aksesnya. Pemerintah hanya tertuju pada konten pornografi dan hak cipta.

Seperti diketahui, ICMI melalui Sekjennya Jafar Hafsah meminta pemerintah untuk memblokir Google dan YouTube. Namun belakangan, Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie, mengklarifikasi pernyataan Sekjennya tersebut di akun Twitter-nya. Pernyataan Sekjen ICMI tak mewakili institusinya.

Advertisement

"Itu cuma pernyataan pribadi pak sekjen. Jangan dianggap terlalu serius. Google dan Youtube justru sangat berguna di Medsos," cuitannya dalam akun Twitternya, @JimlyAs.

Baca juga:
Konten negatif makin marak, pemerintah butuh banyak polisi siber
Tanggapan pegiat internet soal ICMI desak Google & YouTube diblokir
Aktivis Lebak minta pemerintah blokir Google dan Youtube
Saatnya tobat, ini 5 bahaya siber doyan buka situs porno!
Redam pornografi, Kak Seto minta ada Perda aturan jam buka warnet
Pengakuan model panas Jelly Jelo ditawari main film porno di Jepang

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.