LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Pria ini pakai Facebook untuk 'mata-matai' kebiasaan tidur seseorang

Untuk mendeteksi pola tidur orang seseorang, yang dibutuhkan adalah data aktivitas yang tersedia di Facebook.

2016-02-29 19:00:00
Facebook
Advertisement

Sebuah cara untuk mendeteksi pola tidur dari teman kita sendiri, dikembangkan oleh sebuah pengembang software di Denmark. Melalui Facebook, kita bisa 'kepo' terhadap jadwal istirahat teman kita sendiri.

Dilansir dari The Verge (29/2), untuk mendeteksi pola tidur orang seseorang, yang dibutuhkan adalah data aktivitas yang tersedia di Facebook. Software yang dikembangkan oleh Søren Louv-Jansen ini, mengambil data yang tersimpan di setiap akun dan aplikasi Messenger mereka.

Aplikasi ini cukup akurat, dikarenakan sudah menjadi kebiasaan banyak orang untuk mengecek Facebook tiap pagi dan sebelum tidur. Dari situ, Louv-Jansen mampu mendapatkan informasi dari kebiasaan tidur mereka. Namun kelemahannya adalah, cara ini akurat untuk mereka yang sering menggunakan Facebook, dan tidak bagi yang jarang menggunakan.

Advertisement

Louv-Jansen telah mempublikasikan kode untuk software miliknya ini di GitHub, dan menjelaskan cara kerjanya di blog. Memakai sebuah software untuk mengetahui database Facebook atas aktivitas seseorang tiap 10 menit, dia membuat grafis yang dapat menggambarkan pola tidur seseorang. Bahkan dapat menemukan polanya secara luas. Seperti pola tidur normal di hari kerja, namun kurang tidur di akhir pekan.

Meski cukup menarik dan canggih, Facebook tidak terlalu senang dengan hal ini. Dalam sebuah wawancara, Louv-Jansen menyatakan bahwa Facebook memintanya untuk tidak memasarkan software yang dia kembangkan tersebut. Menurut jejaring sosial tersebut, hal itu melanggar persyaratan layanan mereka. Padahal sudah ada 1000 orang yang mengunduh software tersebut.

Sang pengembang tetap mempertahankan software miliknya di GitHub, berdalih hal tersebut hanyalah 'pemanfaatan informasi yang tersedia bebas.'

Advertisement

"Aku tidak bermaksud memata-matai temanku, Aku hanya ingin masyarakat sadar bahwa mereka meninggalkan jejak di sosial media apapun yang mereka lakukan," ungkap Louv-Jansen.

Baca juga:
Mark Zuckerberg: Facebook mampu bawa perdamaian dunia
Baru rilis, 'emoji marah' Facebook dibuat hujat pemimpin Hong Kong
Facebook rilis 'reaction,' emoji dengan berbagai ekspresi
Dikunjungi Jokowi, pendiri Facebook kenang diajak blusukan ke pasar
Di AS, Jokowi main tenis meja virtual lawan Mark Zuckerberg

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.