Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mark Zuckerberg: Facebook mampu bawa perdamaian dunia

Mark Zuckerberg: Facebook mampu bawa perdamaian dunia Mark Zuckerberg di Axel Springer Award. © businessinsider.com

Merdeka.com - Semua teknologi, hadir dengan sifat positif maupun negatif. Namun CEO Facebook, Mark Zuckerberg, percaya bahwa jejaring sosial miliknya punya lebih banyak kelebihan bagi masyarakat.

Dilansir dari Cnet (27/2), Zuckerberg yang memperoleh penghargaan dalam kategori 'entrepreneurial spirit,' dari sebuah penerbit dari Jerman bernama Axel Springer, menyatakan misi dari perusahaannya tersebut.

"Misi dari Facebook adalah, berfokus untuk memberi semua orang kekuatan untuk membagi apa yang dia pedulikan, apa yang dia pikirkan, dan apa yang dia alami dari hari-ke hari," ungkapnya. "Jika semua orang memiliki kemampuan semacam itu, tentu dunia akan lebih mudah dipahami dan kedamaian dunia akan tercipta," imbuhnya.

Meski sebenarnya lebih banyak kebencian di Facebook daripada pesan-pesan perdamaian, poin yang dimaksudkan Zuckerberg adalah jika kiriman di Facebook makin banyak, makin sadar pula para pengguna akan diversifikasi. Tak akan ada lagi kebencian jika kita saling memahami satu sama lain. Meski semua orang punya banyak sekali perbedaan, mulai pandangan politik hingga kepercayaan, kemampuan orang untuk memahami satu sama lain akan membawa perdamaian di Bumi. Hal ini sebenarnya sampai saat ini belum terwujud, namun mimpi harus tetap dijalankan.

Facebook sudah sejak lama punya misi-misi sosial yang dicanangkan oleh sang CEO. Pada 2012 lalu, Zuckerberg ingin menjadikan masyarakat lebih transparan, dengan memberi kemampuan lebih pada setiap orang untuk berbagi hal yang dia alami sehari-hari, di Facebook.

Bahkan Facebook juga ingin memerangi terorisme melalui dunia sosial media. COO dari Facebook, Sheryl Sandberg, menyatakan bahwa banyaknya jumlah 'like' dari kiriman seseorang, punya implikasi yang besar, bahkan dapat menyadarkan seseorang untuk lebih kuat memerangi ISIS.

Tentu yang ada di sosial media, tetaplah di sosial media, tak melulu semua menjadi inspiratif seperti yang diimpikan Mark Zuckerberg. Semua ini bergantung pada apa yang kita petik dari sosial media, dan kita ubah menjadi aksi nyata.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP