Pengguna ponsel jadul tinggi, Telkomsel tahan bikin aplikasi eKado
Sudah ada rencana untuk mengembangkan layanan ini dengan menyediakan aplikasinya, hanya tinggal menunggu realisasi
Telkomsel baru saja meluncurkan layanan barunya eKado. Layanan barunya ini, Telkomsel tak sendirian, pihaknya bekerja sama dengan Acces Mobile, service provider asal Korea Selatan.
Kendati begitu, menurut Vice President Digital Advertising Telkomsel, Haryati Lawidjaja, mengakui jika layanan eKado ini belum tersedia aplikasinya, masih berupa versi website. Namun, rencana untuk mengembangkan aplikasi sudah ada, hanya belum tahu kapan terealisasi.
"Ini karena agar semua pelanggan Telkomsel bisa merasakan layanan ini. Jadi, tak hanya pengguna yang menggunakan smartphone saja, tetapi pelanggan dengan fitur phone yang sudah GPRS saja bisa menikmatinya," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/10).
Jumlah pengguna Telkomsel yang masih menggunakan feature phone diakuinya masih cukup besar, kira-kira mencapai 47 juta pelanggan dari total keseluruhan pelanggan Telkomsel yang berjumlah 149 juta pelanggan.
eKado ini, kata dia, memprioritaskan pasar anak muda. Maklum, pasar anak muda ada sekitar 35 juta pelanggan, sehingga wajar jika eKado memfokuskan di segmen tersebut.
"Kita target ke youth dulu, ada sekitar 35 juta pelanggan di kategori itu. Mereka itu yang suka coba-coba dan kita harap menular lainnya," ujarnya.
Di eKado ini setidaknya sekitar 30 merchant siap melayani pengguna Telkomsel mulai dari food and beverage dan entertainment.
Pelanggan Telkomsel dapat melakukan pembelian dan pembayaran secara online melalui website ekado.co.id, kemudian mengirimkannya dalam bentuk SMS dan MMS kepada penerima. Ada tiga metode pilihan untuk pembayaran online, kartu kredit, ATM, atau internet banking.
Baca juga:
BRTI: Telkomsel fix turunkan tarif internet
Tarif internet turun, Telkomsel tetap mengacu biaya infrastruktur
Blackberry update BBM, bisa kirim uang hingga dapat sticker baru
Map of Batik, aplikasi anak Negeri tunjukkan evolusi batik Indonesia
CEO GO-Jek buat software cegah privasi pelanggan disalahgunakan
Setelah Go-Jek dan Blu-Jek, lahirlah TopJek
Dua aplikasi Indonesia Next Apps 2.0 ini maju di ajang internasional