Pengamat: Anggota BRTI baru harus independen!
Anggota baru BRTI juga harus melihat pengguna sebagai subjek di era teknologi ini
Pengamat ICT yang juga mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) periode 2006-2009 dan 2009-2012, Heru Sutadi, mengatakan bahwa tantangan anggota BRTI baru nantinya akan berat.
Pasalnya, kata dia, teknologi akan berkembang cepat, industri akan semakin kompetitif, dan pengguna masih dianggap sebagai obyek dari perkembangan industri ini.
"Karena itu, anggota BRTI haruslah mereka yang mengerti industri telekomunikasi Indonesia secara baik, memahami perkembangan teknologi dan dampaknya, serta independen dan mampu menjaga kepentingan operator, pemerintah dan pengguna secara seimbang," ungkap Heru saat dihubungi Merdeka.com, (13/03).
Heru pun menyarankan, agar anggota BRTI mendatang, harus memperhatikan dan menjadikan pengguna telekomunikasi tidak lagi sebagai obyek tetapi juga subyek perkembangan industri ini.
"Mental pelayanan harus melekat, tegas terhadap penyimpangan regulasi dan aturan hukum, dan tidak partisan partai politik," tegasnya.
Baca juga:
Pendaftaran calon anggota BRTI diperpanjang sampai 20 Maret 2015!
Akhirnya, Telkomsel buka suara soal isu penyadapan
Senin depan, BRTI panggil Telkomsel dan Indosat soal penyadapan
Kemenkominfo bakal tindak tegas pengguna penguat sinyal
Soal intrusive ads, Ketua APJII: Netralitas internet harus dijaga