Penerapan Jakarta Smart City perlu dukungan pemerintah
Perlu adanya regulasi mengenai bangunan baru yang mendukung implementasi smart city
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, pernah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Ahok, belum lama ini. Dalam pertemuannya tersebut, membahas soal implementasi untuk Jakarta Smart City.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Alexander Rusli, yang juga hadir pada pertemuan tersebut, mengatakan Pemprov DKI Jakarta ingin segera membangun Jakarta Smart City secara maksimal. Untuk menyambut keinginan tersebut, pihak ATSI juga mengharapkan kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta untuk mempercepat mimpi-mimpinya.
"Beliau ingin bangun kota Jakarta menjadi bagian dari smart city. Ada beberapa hal yang harus diberi dukungan. Misalnya, in building solution, tower, di mana bisa dibangun semestinya," ujarnya di kantor pusat Indosat, Jakarta, Senin (20/10).
Menurutnya, untuk bisa menggapai keinginan itu tak mudah. Memang, perlu adanya aturan yang mampu mengatur hal itu untuk bisa mewujudkan Jakarta Smart City. Kata dia, rencananya Pemprov DKI Jakarta, akan mengeluarkan regulasi mengenai bangunan baru dan semua lisensi yang ingin diperpanjang akan diberikan syarat-syarat sebagai bentuk dukungan implementasi smart city.
"Konkretnya dalam bentuk regulasi. Jadi Pak Ahok akan buat regulasi supaya bangunan baru dan semua lisensi yang ingin diperpanjang akan diberikan syarat-syarat seperti tadi. Supaya smart city-nya kelihatan," katanya.
"Kan tadinya tiap kali ada pembangunan, fiber optic putus gitu lho. Ini kelihatan begitu ada pembangunan baru, malah fiber optic putus. Uang ngucur, orang mulai kerja, fiber optic malah putus. Itu salah satu dukungan agar infrastruktur dijaga bersama," imbuhnya.
Di lain kesempatan, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Smart City, DKI Jakarta, Setiaji, mengatakan kedatangan Menkominfo dan perwakilan dari operator telekomunikasi, merupakan wujud dari upaya pemerintah pusat melalui Kemkominfo untuk mendukung rencana smart city di Jakarta.
"Jadi, Pak Menteri ingin melihat program Smart City Jakarta seperti apa terus nanti apa yang bisa didukung dengan program di Kementerian. Salah satunya kan ada rencana broadband plan diawali dengan 4G di frekuensi 1.800 Mhz. 4G ini kan sedang ditata dan terakhir penataan di DKI Jakarta. Itu juga kan termasuk backbone dari smartcity. Salah satunya minta dukungan kepada pemprov DKI khususnya perizinan untuk tiang-tiang semacam 4G itu kan wilayahnya pemprov DKI Jakarta," katanya.
Baca juga:
Hackaton Merdeka 2.0 inisiatif anak negeri untuk bangsa
Google hapus fitur perintah suara di Chrome desktop?
Software Jurnal.id bisa jadi cara ampuh untuk administrasi bisnis
Kedatangan Apple perlu difasilitasi, tapi tak perlu karpet merah
Ini 5 pencarian tersembunyi Google yang bisa usir rasa bosan