Penemuan Baru 16.000 Jejak Dinosaurus Ditemukan di Bawah Air
Temuan ini menjadikannya salah satu situs jejak dinosaurus terbesar di dunia.
Sebuah dataran sunyi di Bolivia menyimpan rahasia besar dari masa lalu Bumi. Di kawasan Carreras Pampa, yang berada di dalam Taman Nasional Torotoro, para ilmuwan menemukan lebih dari 16.000 jejak kaki dinosaurus yang terawetkan di permukaan batu.
Mengutip IndiaTimes, Selasa (30/12), temuan ini menjadikannya salah satu situs jejak dinosaurus terbesar di dunia.
Jejak-jejak tersebut bukan berupa tulang atau fosil tubuh, melainkan bekas langkah kaki yang tertinggal di lumpur jutaan tahun lalu.
Yang membuatnya semakin luar biasa, sebagian jejak diduga terbentuk saat dinosaurus bergerak di perairan dangkal, bahkan kemungkinan saat sedang berenang.
Para peneliti menyebut temuan ini memberi gambaran langka tentang perilaku dinosaurus, bukan sekadar bentuk fisiknya.
"Jejak kaki merekam momen nyata kehidupan prasejarah, bagaimana hewan-hewan ini bergerak dan berinteraksi dengan lingkungannya,” tulis peneliti dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal PLOS One.
Jejak Kaki Berusia 68 Juta Tahun, Mengarah ke Satu Jalur yang Sama
Berdasarkan analisis geologi, jejak kaki tersebut berasal dari akhir periode Kapur, sekitar 68 juta tahun lalu, tidak lama sebelum dinosaurus punah akibat peristiwa kepunahan massal.
Pada masa itu, wilayah Bolivia tengah masih berupa danau air tawar dengan tepian berlumpur.
Menariknya, sebagian besar jejak kaki tersusun sejajar dan mengarah ke arah yang sama. Pola ini menunjukkan dinosaurus kemungkinan sering berjalan menyusuri garis pantai danau, bukan melintasi daratan secara acak.
Pola arah yang konsisten menunjukkan pergerakan rutin, bukan kepanikan atau pelarian, Mereka menduga kawasan tepi danau menjadi jalur alami yang aman dan kaya sumber makanan.
Sebagian besar jejak berasal dari theropoda, dinosaurus pemakan daging berkaki dua. Kedalaman jejak yang bervariasi menunjukkan perbedaan berat tubuh, kecepatan berjalan, hingga kondisi ketika dinosaurus berada di air.
Beberapa jejak tampak samar dan memanjang, mengindikasikan kaki hanya sesekali menyentuh dasar saat tubuh dinosaurus mengapung.
Bukti Langka Dinosaurus Pernah Berjalan dan Berenang di Air Dangkal
Keunikan lain dari situs ini adalah ditemukannya pola riak air purba tepat di samping jejak kaki. Riak tersebut hanya bisa terbentuk di perairan dangkal, memperkuat dugaan bahwa dinosaurus tidak hanya berjalan di darat, tetapi juga mengarungi air.
Jejak bawah air seperti ini sangat jarang ditemukan, Ini memberi bukti bahwa dinosaurus mampu beradaptasi dengan lingkungan perairan dan tidak sepenuhnya bergantung pada daratan kering.
Kini, Carreras Pampa hanya menyisakan batu dan angin. Namun di permukaannya, ribuan langkah dinosaurus masih tersimpan rapi menjadi saksi bisu kehidupan purba yang berjalan perlahan di tepi danau jutaan tahun silam.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar