LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEK

Penelitian Ungkap Efek Buruk Notifikasi Ponsel terhadap Otak Manusia

Suara berisik dan getaran notifikasi dari ponsel bukan hanya gangguan sepele, tetapi juga dapat mengganggu kinerja otak secara signifikan.

Selasa, 26 Mei 2026 00:03:16
ponsel
Ilustrasi pria menggunakan ponsel. (Foto: shirotie/depositphotos) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Di zaman digital saat ini, keberadaan smartphone atau ponsel pintar telah mengikis privasi individu. Berbeda dengan masa lalu ketika berita atau gosip membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai kepada kita, kini berbagai pesan singkat, email, dan notifikasi dari aplikasi makanan daring terus-menerus mengganggu ponsel kita.

Sayangnya, suara “ping” dan getaran yang tak henti-hentinya ini bukan hanya sekadar gangguan kecil, melainkan juga menjadi ancaman serius bagi kinerja otak manusia. Beberapa penelitian terbaru dalam bidang sains perilaku menunjukkan bahwa gangguan dari notifikasi ponsel berkaitan erat dengan kecanduan perangkat, penurunan rentang perhatian, serta melambatnya waktu respons seseorang.

Riset yang diterbitkan dalam jurnal PLOS-One oleh tim psikolog dari University of Arkansas dan Plymouth University menguji sekelompok mahasiswa. Mereka diminta untuk menyelesaikan tes kognitif di tengah gangguan suara getaran ponsel dan suara kontrol dari komputer.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa partisipan merespons tugas dengan jauh lebih lambat ketika terganggu oleh getaran ponsel dibandingkan dengan suara lainnya. Mengutip laman BGR, Senin (25/6/2026), fenomena ini memperkuat temuan dari studi tahun 2016 yang dilakukan oleh Catholic University of Korea dan diterbitkan dalam Computational Intelligence and Neuroscience. Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa interupsi dari perangkat gawai meningkatkan tingkat kesalahan saat individu menyelesaikan tugas.

Advertisement

Ketika Emosi Kita Terguncang

Dampak negatif dari penggunaan gadget ternyata lebih serius daripada yang diperkirakan. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behavior oleh peneliti dari Prancis menunjukkan bagaimana gangguan dari gadget dapat mempengaruhi kinerja kognitif seseorang.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa menerima satu notifikasi dari ponsel dapat menyebabkan penundaan dalam pemrosesan kognitif otak selama rata-rata tujuh detik. Selain itu, penemuan yang mengejutkan menunjukkan bahwa stimulasi ini membuat pupil mata partisipan membesar, yang merupakan indikator biologis bawah sadar dari peningkatan emosi, seperti rasa takut atau ketertarikan.

Advertisement

Namun, pertanyaannya adalah, mengapa getaran ponsel lebih mengganggu dibandingkan dengan suara bising lainnya? Para ahli menyebut fenomena ini sebagai efek "relevansi persepsi tinggi". Manusia di era modern telah terbiasa menganggap getaran ponsel sebagai sinyal mendesak, seperti hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan atau pengiriman barang. Akibatnya, otak kita secara emosional terpicu untuk segera meninggalkan fokus utama dan mengecek perangkat, yang dapat mengganggu produktivitas.

Dilema Mematikan Notifikasi

Apakah mematikan fitur notifikasi bisa menjadi solusi yang cepat? Ternyata, jawabannya tidak sesederhana itu. Sebuah penelitian acak yang dilakukan pada tahun 2024 dan dipublikasikan dalam jurnal Media Psychology mengamati lebih dari 200 pengguna Android berusia antara 18 hingga 30 tahun. Dari jumlah tersebut, setengah dari mereka diminta untuk mematikan semua notifikasi selama satu minggu.

Hasil penelitian menunjukkan sesuatu yang mengejutkan: tidak ada perbedaan signifikan dalam total durasi penggunaan ponsel antara kelompok yang mematikan notifikasi dan yang tetap mengaktifkannya. Justru, mematikan notifikasi dapat menimbulkan masalah psikologis baru, yaitu Fear of Missing Out (FOMO), atau ketakutan akan ketinggalan informasi. Ketakutan ini dapat menyebabkan kecemasan yang parah, dengan tingkat distraksi yang sama merusaknya seperti suara notifikasi ponsel itu sendiri.

Para Peneliti Belum Menemukan Solusi

Hingga saat ini, para peneliti belum menemukan solusi definitif untuk memecahkan masalah yang berulang ini. Berbagai strategi sederhana dapat dicoba, seperti menjauhkan ponsel dari pandangan atau mengalihkan perhatian dengan melakukan aktivitas fisik yang memerlukan konsentrasi. Namun, di tengah ketergantungan global yang semakin meningkat terhadap teknologi, manusia sepertinya terjebak dalam situasi yang dilematis: terperangkap dalam hubungan yang penuh ambivalensi dengan perangkat ponsel yang mereka miliki.

Kondisi ini menciptakan tantangan tersendiri bagi banyak orang yang berusaha untuk mengurangi penggunaan ponsel. Dengan berbagai cara yang dapat dilakukan, seperti mengatur waktu penggunaan atau mencari alternatif kegiatan yang lebih produktif, diharapkan dapat membantu mengatasi masalah ini. Namun, kenyataannya, ketergantungan terhadap ponsel tetap sulit untuk dihindari.

Advertisement

"Beberapa trik kecil bisa dicoba, seperti menjauhkan ponsel dari jangkauan pandangan mata atau menyibukkan diri dengan aktivitas fisik yang menyita fokus."

Berita Terbaru
  • Penelitian Ungkap Efek Buruk Notifikasi Ponsel terhadap Otak Manusia
  • Tanggapi Gangguan Listrik Skala Besar, FKBI: Proses Pemulihan Tidak Bisa Dilakukan Sekaligus
  • Air Radiator Berwarna Aneh, Jangan Sepelekan Dampaknya ke Mesin
  • Aksi Barbar Geng Motor di Maros Serang Warga Pakai Busur dan Parang, Begini Nasibnya di Tangan Polisi
  • FOTO: Sosialisasi Pencegahan Ebola di Kongo
  • berita paham
  • konten ai
  • notifikasi ponsel
  • otak
  • ponsel
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
I
Reporter Iskandar, Iskandar, Yuslianson
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.