Menkominfo: Orang Indonesia lebih suka download daripada upload
Soal kecepatan internet, Indonesia tak terlalu kalah dengan negara Asia lain
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menyatakan berdasarkan data dari Open Signal bulan Februari 2016 tentang posisi Indonesia terhadap negara lain dalam konteks digital, negeri ini tak kalah dari negara lain.
Meskipun, masih jauh dibandingkan dengan negara-negara maju. Hal itu, kata Menkominfo, dilihat dari penggunaan kecepatan dalam mengakses internet.
"Kalau secara negara, di Amerika itu rata-rata download 7,6 Mbps. Paling tinggi itu Jepang 10,48 Mbps. Indonesia rata-rata 5,4 Mbps," ujarnya saat acara penandatangan perjanjian kerja sama untuk Proyek Palapa Ring di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (29/2).
"Indonesia itu gak jelek-jelek amat dibandingkan dengan Brazil hanya 4,2 Mbps, Thailand 1,8 Mbps. Tapi memang kita akui belum seperti Singapura," imbuhnya.
Namun, dari data open signal itu yang membuatnya menarik adalah rasio antara download dan upload di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain.
"Tapi yang unik adalah rasio download dan upload. Indonesia itu relatif paling rendah hanya sepertiga artinya orang Indonesia lebih seneng download daripada upload. Artinya apa, kreativitas orang Indonesia untuk mengunggah konten masih kurang lah. Jadi, untuk upload kita masih tertinggal. Kita masih download-download saja. Ini angka yang bicara ya," katanya.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan kota-kota di luar negeri, dia pun mengambil contoh Jakarta sebagai pembanding dengan kota-kota di negara lain, misalnya Bangkok, New Delhi, Kuala Lumpur, dan Bangalore. Rata-rata download Jakarta masih unggul dibandingkan kota-kota tersebut. Namun, sebaliknya, soal upload Jakarta tertinggal.
"Jakarta hampir setara dengan Los Angeles. Kita jauh lebih baik dibandingkan Bangkok, New Delhi, Kuala Lumpur, Bangalore," kata dia.
Baca juga:
Pantas diblokir? Tumblr memang izinkan konten porno
Kemkominfo blokir Tumblr, netizen petisi Menteri Rudiantara
Menkominfo klaim blokir 477 situs porno, radikal dan LGBT
Pemerintah blokir 780 ribu situs judi hingga pornografi
Tanggapan Menkominfo soal Netflix diblokir Telkom Group