LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Menengok sisi gelap bisnis jual-beli follower Twitter

Konon, bisnis yang menghasilkan omset jutaan dollar per bulan ini kental dengan kecurangan.

2013-04-27 04:12:00
Twitter
Advertisement

Siapa sangka, jual beli follower bisa menjadi bisnis menggiurkan bagi segelintir pihak. Hal inilah yang ditemukan dalam sebuah penelitian oleh Andrea Stroppa dan Carlo De Micheli.

Seperti yang dilansir oleh NY Times (5/4), tercatat jasa jual beli pengikut Twitter ini laris dijajakan di berbagai macam situs crowdsourcing macam Fiverr, SeoClerks, InterTwitter, FanMeNow, LikedSocial, SocialPresence dan Viral Media Boost. Di sini, tiap seribu follower Twitter bisa dihargai hingga USD 18 atau sekitar Rp 174 ribu.

Namun, yang menarik perhatian dua orang asal Italia ini bukanlah bisnisnya. Mereka lebih menyoroti kepada cara curang yang dilakukan sang penjual untuk memberikan pembeli pengikut di Twitter mereka.

Advertisement

Tercatat, dari jutaan pengikut yang dijual, kebanyakan merupakan pengikut dengan akun palsu. Akun-akun yang dijadikan pengikut ini tidak pernah dipakai sekali pun untuk melakukan kegiatan bersosialisasi di Twitter.

Dalam kata lain, maka pembeli follower ini sebenarnya ditipu. Padahal, bisnis ini sendiri tercatat mampu menghasilkan omset jutaan dollar dalam seminggu.

Tuntutan ego bikin bisnis jual-beli follower Twitter laris manis
Ketika 140 karakter mampu ubah dunia

Advertisement

Bahkan, lanjut De Micheli, membuat akun Twitter palsu ini sendiri sebenarnya gampang-gampang susah. Yang harus dipastikan, penjual harus bisa memastikan bahwa akun palsu ini terlihat tidak palsu.

"Sekarang sudah ada software khusus untuk membuat akun palsu. Software ini bisa mengisi tiap detail. Beberapa akun palsu pun terlihat asli," sambung De Micheli.

Twitter sendiri selama ini memang dinilai masih lemah dalam hal menangkal akun palsu atau yang lebih dikenal dengan bot ini. Jika di Facebook membutuhkan email asli pengguna, Twitter hanya menerapkan captcha saja.

Mungkin ini yang menyebabkan Twitter mengeluarkan autentifikasi dua langkah. Tujuannya, agar tidak ada lagi bot, dan tidak ada lagi follower palsu yang bisa diperjual-belikan.

Baca juga:
Jejaring sosial, media baru untuk berpolitik
Bill Clinton pun buat akun Twitter
Twitter mulai ujicobakan sistem autentifikasi 2 langkah
Twitter akan hilangkan akun @spam

(mdk/nvl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.