LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Menakutkan, bernapas 1 jam di kota ini bisa kurangi umur 20 menit!

Sementara bernapas satu hari sama dengan mengisap 40 batang rokok!

2015-08-19 01:07:00
Penelitian
Advertisement

Jika Anda bertanya mana kota di dunia yang mempunyai udara paling mematikan, mungkin ibukota China, Beijing, bisa menjadi jawabannya. Bayangkan saja, menghirup udara kota ini sama dengan menjadi perokok aktif!

Berdasarkan penelitian tim ilmuwan Amerika 'Barkeley Earth', bernapas satu hari saja di Beijing setara dengan mengisap 40 batang rokok.

Yang lebih berbahaya, udara Beijing juga mengandung partikel polusi yang berukuran kurang dari 2,5 mikron, membuatnya bisa masuk ke bagian paru-paru terdalam. Efeknya pun menakutkan, udara tercemar itu bisa menyebabkan kanker asthma, kanker paru-paru, serangan jantung, sampai stroke.

Advertisement

Setidaknya ada 83 persen penduduk Beijing saat ini sedang menghirup udara mematikan tersebut.

"Ketika aku berada di Beijing, polusi udara berada di tingkat berbahaya. Setiap jam bernapas di sana mengurangi angka harapan hidupku hingga 20 menit. Berarti, setiap lelaki, wanita, anak-anak di Beijing mengisap 1,5 batang rokok setiap jam," ungkap Richard Muller, pimpinan tim Barkeley Earth, Daily Mail (18/08).

Menurut laporan dinas kesehatan China, polusi udara membunuh setidaknya 4.000 orang per hari, atau sama dengan 17 persen dari kematian di China. Tingginya polusi di China sering disebut merupakan akibat dari banyaknya pabrik dan pembangkit listrik yang menghasilkan zat buangan berupa gas berbahaya.

Advertisement

Baca juga:
Ini bukti smartphone lebih kotor dari toilet duduk
5 Hal mengerikan ini bakal terjadi bila Amerika dihantam bom nuklir
Jangan ketinggalan, ini 5 gosip dunia teknologi terpanas saat ini
Bila taman nasional ini meletus, Amerika berubah jadi neraka
Menteri Susi: Penelitian ilmuwan Indonesia kurang efisien

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.