Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Hal mengerikan ini bakal terjadi bila Amerika dihantam bom nuklir

5 Hal mengerikan ini bakal terjadi bila Amerika dihantam bom nuklir Bom nuklir. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Memperingati 70 tahun kejatuhan bom nuklir di Hiroshima-Nagasaki, Jepang, seorang profesor bernama Cham Dallas dari Universitas Georgia mencoba menggambarkan apa yang akan terjadi bila Amerika yang dihantam bom nuklir berkekuatan 10 kiloton bom TNT itu.

Langkah itu dilakukan oleh Profesor Cham demi membuka mata masyarakat dunia soal bahaya bom nuklir. Terlebih, mengingat saat ini ancaman ledakan nuklir di Amerika bukannya menurun justru semakin meningkat. Hal itu terjadi seiring dengan pengembangan senjata nuklir banyak negara, termasuk Amerika sendiri.

Berikut 5 hal mengerikan yang akan terjadi bila bom nuklir 'Little Boy' dan 'Fat Man' yang meluluhlantakkan Hiroshima-Nagasaki jatuh di Negeri Paman Sam.

Kematian massal dalam hitungan detik

dalam hitungan detikRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Saat bom nuklir dijatuhkan di area padat penduduk di Amerika, misalnya Washington DC, Profesor Cham memprediksi bila 'minimal' akan ada 100.000 orang yang langsung meninggal di tempat.

Pada kasus Hiroshima-Nagasaki sendiri, korban jiwa yang jatuh setelah pengeboman dikatakan sekitar 220.000 ribu orang.

Layanan kesehatan lumpuh dan korban terisolasi

lumpuh dan korban terisolasiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selain menghancurkan rumah sakit dan pusat kesehatan, ledakan nuklir juga akan melumpuhkan sistem layanan kesehatan di sebagian besar wilayah Washington DC. Imbasnya, para korban yang masih hidup akan terjebak tanpa pertolongan dan mungkin hanya bisa menunggu kematian.

Padahal jumlah korban terluka atau terkena radiasi bisa mencapai jutaan orang.

Penyelamatan korban hampir mustahil dilakukan

hampir mustahil dilakukanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Profesor Cham berpendapat bila medis di Amerika masih banyak yang belum familiar dengan penanganan korban ledakan nuklir atau paparan zat radioaktif.

Celakanya, untuk merawat satu orang yang terkena luka bakar nuklir (bisa mencapai luka bakar tingkat 3), diperlukan beberapa petugas medis sekaligus. Bayangkan bila saat itu ada ratusan bahkan jutaan korban terluka?

Itu belum termasuk korban luka pecahan kaca yang jumlahnya juga masif. Maklum, banyak perkantoran di Amerika yang dibangun dengan menggunakan banyak material kaca dan ledakan nuklir bisa menciptakan lautan pecahan kaca.

Kota Washington DC tidak bisa lagi ditinggali

dc tidak bisa lagi ditinggaliRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Hanya beberapa menit pasca ledakan nuklir, diperkirakan manusia yang berada dalam radius 32 kilometer dari pusat ledakan akan mengalami muntah dan pusing akibat racun radioaktif.

Korban di area itu hanya memiliki waktu sekitar 10 menit untuk proses evakuasi sebelum gejala keracunan radioaktif memburuk dan membunuh mereka.

Setelah itu, area tersebut tidak akan bisa lagi ditinggal dalam waktu yang sangat akibat kontaminasi limbah nuklir. Kota Washington DC mungkin baru bisa didekati setelah 10 tahunan.

Korban meninggal terus berjatuhan selama bertahun-tahun

terus berjatuhan selama bertahun tahunRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Mengingat beberapa zat radioaktif bisa tetap mengeluarkan radiasi berbahaya hingga 25.000 tahun, korban meninggal akibat keracunan 'nuklir' di kota Washington DC bisa terus bertambah.

Ironisnya, kontaminasi zat radioaktif juga bisa menyebar dengan mudah lewat air, bahkan udara. Jadi, jangan kaget bila banyak orang di sekitar Washington DC yang ikut mengalami penyakit parah mendadak seperti kanker.

Sumber: The Conversation

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP