Mantan karyawan Bakrie Telecom gelar demo tuntut pesangon dilunasi
Ada sekitar 400 orang yang diputuskan terkena PHK dan pensiun dini pada Desember tahun 2015.
Siang tadi, sejumlah 76 orang mantan karyawan Bakrie Telecom menggelar demo di depan Wisma Bakrie, Jakarta. Mereka menuntut pesangon agar segera dilunasi dan dibayar tepat waktu. Menurut koordinator demo Syamsir Mohar, mengatakan aksi ini merupakan luapan kekecewaan mantan karyawan Bakrie Telecom terhadap komitmen perusahaan.
"Jadi waktu akhir Desember 2015 waktu ada program pensiun dini dan PHK, saat itu kita tanda-tangan melakukan perjanjian bersama. Bahwa dalam perjanjian itu disebutkan, masing-masing yang terkena PHK akan dibayarkan tunjangan PHK dan akan dicicil selama 12 kali. Artinya dari Januari 2016 sampai dengan Desember 2016 dan dibayar setiap akhir bulan," jelasnya kepada Merdeka.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (16/08).
Dikatakannya sejak masuk bulan Februari 2016, komitmen manajemen mulai menunjukan tidak baik. Pasalnya, janji yang akan dibayarkan tepat waktu pada akhir bulan, mundur pada bulan berikutnya.
"Waktu di Januari mereka membayar tepat waktu. Tapi saat masuk ke bulan kedua, mereka membayar pada akhir maret. Di akhir Maret, dibayarkan pada akhir April. Yang akhir April di bayar awal Juni dan akhir Juni. Jadi bayarnya 45 persen di awal Juni, 55 persen di akhir Juni. Karena waktu itu mau Lebaran," terangnya.
Dia beserta rekan-rekannya yang lain pun menuntut pihak manajemen Bakrie membayar pesangon sesuai komitmen di awal. Saat melakukan aksi demo, beberapa mantan karyawan Bakrie Telecom ditemui oleh tiga orang Direksi. Namun, Syamsir beserta rekan-rekannya tidak mempercayai lagi janji Direksi yang diberikan. Menurutnya, pihak manajemen tetap tidak bisa mengambil keputusan.
"Kami tetap ingin bertemu dengan Anindya Bakrie. Karena beliau kan merupakan komisaris utama dan owner," ujarnya.
Dijelaskan Syamsir, pihaknya akan menunggu selama dua minggu untuk bisa bertemu dengan Anindya Bakrie membahas persoalan pesangon ini. Jika tuntutan untuk bertemu tidak tindak lanjuti, mereka mengancam akan melakukan demo lebih lanjut.
"Tadi rekan-rekan sepakat untuk menunggu waktu dua minggu agar bisa bertemu dengan Anindya Bakrie. Kalau memang tidak bisa ketemu, kami sepakat akan melakukan demo lagi di Bakrie Tower atau bahkan kalau perlu di rumah Anindya," tuturnya.
Menurut Syamsir ada sekitar 400 orang yang diputuskan terkena PHK dan pensiun dini pada Desember tahun 2015.
Baca juga:
Daripada ributkan interkoneksi, lebih baik khawatirkan OTT
Turunnya tarif interkoneksi tak selalu rugikan operator
Penurunan tarif interkoneksi sebaiknya berdampak kepada konsumen
Oknum ngaku Kemkominfo tawarkan proyek USO, Pemda diminta hati-hati
XL: Sepanjang tahun kami bangun jaringan FO
Bos Indosat: Anak muda harus berani investasi saham