Penurunan tarif interkoneksi sebaiknya berdampak kepada konsumen
Merdeka.com - Analis ICT Ibrahim Kholilul Rohman mengatakan, penurunan tarif interkoneksi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sekitar 26 persen, sudah seharusnya berdampak terhadap penurunan tarif ritel yang bisa dinikmati oleh konsumen.
Pasalnya, operator telekomunikasi juga mendapatkan untung dari penurunan tarif interkoneksi itu.
"Sebaiknya harus segera melakukan penurunan tarif ritel," ujar pria yang kini tinggal di Spanyol kepada awak media di Jakarta, Senin (15/08).
Dikatakannya, dengan melakukan penurunan tarif ritel itu, konsumen juga berhak menikmati biaya komunikasi yang lebih murah.
"Untuk besaran penurunan tarif ritelnya berapa, itu tentu tergantung dari hitung-hitungan operator," jelasnya.
Dia pun memaklumi manakala keputusan dari pemerintah ini akan menimbulkan polemik. Menurutnya, setiap kali sebuah kebijakan publik diluncurkan, selalu ada pihak yang merasa dirugikan dan diuntungkan.
"Harus diingat bahwa setiap kebijakan publik diluncurkan untuk memaksimumkan social welfare dari seluruh pihak baik produsen maupun konsumen," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, pernah mengutarakan efek dari penurunan tariff interkoneksi diharapkan bisa berimbas terhadap pelanggan ritel operator telekomunikasi.
Pasalnya dengan penurunan tariff interkoneksi ini, pelanggan akan dapat merasakan tariff murah untuk melakukan telepon beda operator. Di samping itu, akan terasa juga pada pengurangan pada peredaran kartu SIMCard. Hal itu sebagaimana diketahui, banyak pengguna selular yang memiliki kartu SIMCard lebih dari satu.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya