LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEK
  2. IT

Komentar Telak Donald Trump saat DeepSeek AI China Jadi Sorotan Perusahaan AS

Donald Trump mengungkapkan pandangannya mengenai ancaman ini dan mendorong Silicon Valley untuk meningkatkan daya saingnya.

Selasa, 28 Jan 2025 19:00:00
china
Trump pada hari Senin (20/1) mencabut instruksi presiden tahun 2023 yang ditandatangani Biden yang berupaya mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh AI bagi konsumen, pekerja, dan keamanan nasional. (© 2025 merdeka.com)
Advertisement

DeepSeek, sebuah model AI yang dikembangkan oleh laboratorium asal China, kini membuat perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley merasa terancam. Hal ini disebabkan oleh klaim bahwa lab AI yang didirikan oleh Liang Wenfeng ini lebih cepat dan lebih terjangkau dibandingkan dengan ChatGPT yang dibuat oleh OpenAI.

DeepSeek AI menarik perhatian banyak pihak karena mampu menciptakan model AI dalam waktu hanya dua bulan dengan biaya kurang dari USD 6 juta, serta dikembangkan menggunakan chip Nvidia H800. Kehadiran DeepSeek ini pun memicu respons dari Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump.

Dalam pernyataan yang dikutip dari South China Morning Post pada Selasa (28/1), Trump menyatakan bahwa kehadiran AI asal China ini merupakan peringatan serius bagi sektor teknologi di Amerika.

"Belakangan ini, saya banyak membaca tentang China dan beberapa perusahaan di sana, terutama satu perusahaan yang menemukan metode AI yang lebih cepat dan jauh lebih murah," ungkap Trump.

Advertisement

Ia juga menambahkan, "Peluncuran DeepSeek AI seharusnya menjadi sinyal bagi industri kita untuk lebih fokus bersaing demi memenangkan persaingan ini, karena kita memiliki ilmuwan-ilmuwan terbaik di dunia."

Dengan demikian, persaingan antara Amerika Serikat dan China dalam bidang AI semakin memanas. Dengan investasi yang besar, perusahaan teknologi China berhasil menyaingi inovasi yang sebelumnya didominasi oleh AS.

Advertisement

Kini, pertanyaan yang muncul adalah langkah apa yang akan diambil oleh OpenAI atau Google terkait dengan semakin populernya DeepSeek AI?

Gelontorkan Duit Besar

Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat saat ini sedang bersaing untuk menginvestasikan dana yang besar guna menciptakan kecerdasan buatan (AI) terbaik, lengkap dengan pusat data yang mendukungnya.

Dalam serangkaian pengujian yang dilakukan oleh pihak ketiga, model AI bernama DeepSeek berhasil menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan model AI lainnya seperti Meta, Llama 3.1, GPT-4o dari OpenAI, serta Claude Sonnet 3.5 dari Anthropic.

Keunggulan ini terlihat dari akurasi dalam menyelesaikan masalah yang kompleks, termasuk dalam bidang matematika dan pengkodean.

Sebelumnya, DeepSeek juga telah meluncurkan model DeepSeek r1, yang menunjukkan kemampuan penalaran yang lebih unggul dibandingkan dengan model penalaran o1 milik OpenAI dalam berbagai pengujian yang dilakukan oleh pihak ketiga.

Menjadi Ancaman Perusahaan-perusahaan di AS

CEO Microsoft, Satya Nadella, memberikan pernyataan di Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos, Swiss, pada hari Rabu lalu mengenai inovasi DeepSeek.

"Melihat model AI baru DeepSeek, sangat mengesankan dalam hal bagaimana mereka membuat open source yang melakukan komputasi secara efektif dan efisien," kata Nadella.

Nadella juga menekankan pentingnya bagi perusahaan teknologi asal Amerika Serikat untuk merespons perkembangan AI di Tiongkok dengan serius.

Walaupun DeepSeek memiliki kemampuan yang dianggap dapat melampaui teknologi dari perusahaan-perusahaan AS, mereka masih dihadapkan pada tantangan terkait pembatasan semikonduktor dan chip yang diterapkan oleh AS terhadap Tiongkok.

Advertisement

Aturan ini mengakibatkan Tiongkok kehilangan akses terhadap chip canggih seperti H100 dari Nvidia. Namun, kemajuan yang ditunjukkan oleh Tiongkok dengan DeepSeek AI menunjukkan bahwa laboratorium tersebut mulai menemukan cara untuk mengatasi kendala yang ada. Ini seolah menjadi bukti bahwa pembatasan ekspor bukanlah hambatan yang tidak bisa dilalui.

Berita Terbaru
  • OTT Berantai KPK di Sumatera Utara
  • KPK OTT Pejabat di Sumut
  • Olly Dondokambey Jelaskan soal Indonesia Tidak Mengenal Istilah Oposisi
  • Perkuat Komitmen Integrasi Tata Kelola, Sistem Keuangan Desa Raih Penghargaan dari PBB
  • Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Prioritaskan Urusan Pendidikan
  • berita update
  • china
  • deepseek
  • konten ai
  • merdekatek
  • openai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Fauzan Jamaludin
Y
Reporter Yuslianson, Yuslianson, Agustinus Mario Damar, Agustin Setyo Wardani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.