LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Ketum ATSI soal OTT lokal: 'In progress. Tinggal diumumin'

Diharapkan dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun ke depan, OTT lokal sudah memiliki pelanggan 20-30 juta pelanggan.

2016-02-23 18:11:00
Telco
Advertisement

Sudah sebulan lamanya, janji operator selular akan mengumumkan pemain Over The Top (OTT) lokal yang akan diajak kerja sama, nampaknya belum ada tanda-tanda. Awalnya, pemain OTT lokal yang terpilih akan diumumkan pertengahan Januari 2016 oleh pihak terkait, yakni Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI).

Kabarnya, tidak lebih dari lima OTT lokal yang akan diajak kerja sama. Namun hingga kini, kabar itu serasa tenggelam tanpa sebab. Ketika hal ini dicoba dikonfirmasi ke Ketua Umum ATSI, Alexander Rusli, pihaknya mengatakan rencana tersebut masih dalam progress pembahasan. Katanya, tidak lama lagi akan diumumkan OTT lokal mana saja yang dipilih untuk melakukan kerja sama.

"In progress, tinggal diumumin," ujar Alex kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Selasa (23/2).

Advertisement

Sebelumnya, rencana itu muncul dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Kemkominfo mengharapkan dengan adanya kerja sama dengan operator telekomunikasi, mampu mendorong tumbuhnya pemain OTT lokal.

Nantinya, ketika sudah melakukan kerja sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengharapkan dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun ke depan, OTT lokal sudah memiliki pelanggan 20-30 juta pelanggan. Jika jumlah pelanggan ini tercapai sesuai target, maka OTT lokal sudah mempunyai skala ekonomis.

"Kalau mereka sudah mencapai 20 - 30 juta pelanggan mereka sudah punya skala ekonomis. Mereka sudah punya bargaining power. Kalau OTT lokal bisa sampai mencapai angka itu selama 2 atau 3 tahun itu bagus," terangnya kepada publik pertengahan tahun 2015 lalu.

Advertisement

Baca juga:
Target Indosat Ooredoo, layanan GIG ekspansif hingga 12 kota di 2016
Bos XL: Jangan tanyakan pamor Axis di Jakarta
Demi startup, Telkom buka kantor di Silicon Valley
XL bergegas perluas layanan 4G tahun 2016
Balon Google terbang di Indonesia, operator ingin cepat bahas tarif
Indosat Ooredoo punya layanan baru, siap saingi Indihome Telkom

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.