Bos XL: Jangan tanyakan pamor Axis di Jakarta
Merdeka.com - Pasca bergabung dengan XL, Axis seperti kehilangan pamor. Begitu anggapan orang-orang awam. Namun, anggapan itu dibantah oleh Presiden Direktur XL, Dian Siswarini.
Menurutnya, pamor Axis masih bertaji dan menjadi amunisi XL menjalankan transformasi pada 2015. Ia pun kemudian membeberkan fakta berdasarkan hasil riset yang mereka klaim bisa dipercaya.
"Jadi berdasarkan hasil riset sebuah lembaga, brand awareness Axis itu melonjak 61 persen pada akhir 2015 lalu," katanya kepada awak media di Belitung, Kamis (18/2).
Pamor Axis, kata Dian, jangan dilihat di kota besar seperti Jakarta, karena wilayah Axis bukan di situ. Wilayah main Axis lebih ke daerah-daerah.
"Jangan lihat Jakarta, Jakarta bukan daerah Axis. Jakarta kantongnya XL, kalau dimainkan di Jakarta nanti kanibal. Makanya saya mainkan di daerah-daerah yang cocok untuk Axis," tambahnya.
Dian mengatakan Axis ini memang didesain sebagai attacker atau penyerang di sebuah wilayah. Jadi tidak akan mungkin diletakan pada wilayah kuasa XL.
"Nah, Axis ini kan sifatnya attacker. Jadi kalau Axis dipaksa masuk di wilayah XL yang tampil sebagai penguasa pasar (seperti di Lombok, Bangka Belitung dan Madura), maka nanti Axis akan melawan XL," terangnya.
Meski begitu, kontribusi Axis ke bisnis XL secara keseluruhan belum tinggi, baru di kisaran 10 persen - 15 persen yang diukur dari sisi revenue dan subscriber sampai akhir tahun 2015 kemarin.
(mdk/ega)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya