Kekayaan Bill Gates Kini Kalah Sama Mantan Karyawannya
Menurut hitung-hitungan terbaru Bloomberg, kekayaan Bill Gates merosot. Kalah dengan mantan karyawannya, Steve Ballmer.
Bill Gates harus merelakan dirinya tergeser dari daftar lima besar orang terkaya dunia. Pada Kamis lalu, kekayaan pendiri Microsoft ini dipangkas sekitar USD52 miliar atau setara 30 persen dari total hartanya.
Tapi tenang saja, bukan karena ia bangkrut, melainkan karena Bloomberg melakukan penyesuaian besar pada cara menghitung kekayaan Gates, demi mencerminkan besarnya donasi yang ia salurkan untuk amal.
Mengutip Business Insider, Sabtu (5/7), dengan metode baru itu, kekayaan Gates turun dari lebih dari USD175 miliar menjadi hanya USD124 miliar. Alhasil, posisinya di Bloomberg Billionaires Index melorot dari peringkat kelima ke posisi ke-12.
Yang menarik, posisi kelima kini diambil alih oleh mantan asisten sekaligus penerus Gates di Microsoft, Steve Ballmer, yang kekayaannya tercatat USD172 miliar pada penutupan perdagangan Kamis.
Selain Ballmer, Gates kini berada di bawah Larry Page dan Sergey Brin (pendiri Google), CEO Nvidia Jensen Huang, serta sahabat lamanya Warren Buffett.
Penyesuaian Metode Hitung Bloomberg
Bloomberg mengatakan bahwa mereka menurunkan asumsi tingkat apresiasi aset Gates untuk lebih mencerminkan donasi amal di luar dan perkiraan kekayaan yang dia ungkap dalam blog pribadinya pada Mei lalu.
Dalam tulisan itu, Gates sendiri memperkirakan kekayaannya “hanya” USD108 miliar. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menyumbangkan nyaris seluruh kekayaan melalui Gates Foundation dalam 20 tahun ke depan.
Ia memperkirakan yayasan itu akan membelanjakan lebih dari USD200 miliar sebelum resmi ditutup pada akhir 2045.
Menurut data di situs Gates Foundation, hingga akhir Desember lalu Gates dan mantan istrinya, Melinda French Gates, sudah menyumbangkan total USD60 miliar ke yayasan tersebut. Rekan dekat mereka, Warren Buffett, juga sudah mendonasikan USD43 miliar.
Meski hanya memiliki sekitar 1 persen saham Microsoft, Gates selama bertahun-tahun menerima lebih dari $60 miliar dalam bentuk dividen dan saham.
Saat ini sebagian besar hartanya tersimpan di Cascade Investment, sebuah perusahaan investasi miliknya yang menanam modal di sektor properti, energi, hingga perusahaan publik dan swasta.
Loyalitas yang Terbayar Mahal
Kenaikan Ballmer ke jajaran lima besar orang terkaya dunia juga menarik untuk dibahas. Umumnya, karyawan jarang bisa mengungguli pendiri perusahaan dalam hal kekayaan. Tapi Ballmer adalah pengecualian.
Ia bergabung dengan Microsoft pada 1980 sebagai asisten Gates dengan gaji USD50.000 per tahun plus 10 persen dari keuntungan tambahan yang berhasil dia hasilkan. Karena kompensasi ini terlalu besar, perusahaan akhirnya memberinya saham dalam jumlah signifikan.
Ballmer menjadi CEO Microsoft pada 2000 dan mundur pada 2014 dengan kepemilikan saham sekitar 4 persen. Ia kini dikenal juga sebagai pemilik tim basket Los Angeles Clippers.
Beruntung baginya, saham Microsoft melonjak lebih dari 10 kali lipat dalam satu dekade terakhir hingga mendekati USD500 per lembar. Microsoft saat ini menjadi perusahaan publik dengan valuasi terbesar kedua di dunia—hanya kalah dari Nvidia—dengan kapitalisasi pasar USD3,7 triliun.
Dalam sebuah episode podcast “Acquired,” Ballmer menceritakan momen saat Charlie Munger, rekan bisnis Warren Buffett yang terkenal blak-blakan, bertanya kenapa dia masih memegang saham Microsoft ketika Gates dan Paul Allen sudah mendiversifikasi aset mereka.
“Steve, saya penasaran kenapa kamu mempertahankan saham Microsoft padahal partner-mu tidak,” kata Munger kala itu.
Ballmer pun menjawab, “Bukan karena saya pintar, tapi karena saya setia.”