LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Kecerdasan buatan akan dimanfaatkan penjahat siber

Kecerdasan buatan akan dimanfaatkan penjahat siber. Laporan juga mengindikasikan potensi serangan rantai pasokan tingkat tinggi akan muncul, dan peningkatan serangan dari fileless malware, pelanggaran data dan serangan pada perangkat mobile, misalnya trojan perbankan.

2018-01-30 09:44:38
cyber crime
Advertisement

Semakin canggihnya teknologi, maka tak bisa dimungkiri akan semakin canggih juga kejahatannya. Hal itu merupakan sesuatu yang mutlak terjadi. Hal itu diungkapkan oleh peneliti keamanan dari Avast.

Avast memperkirakan akan ada kejahatan siber baru selain kejahatan siber yang sudah ada sebelumnya pada 2018, seperti serangan siber dengan program artificial intelligence (AI). Sebagaimana diketahui, AI atau kecerdasan buatan ini tengah menjadi trending di dunia teknologi. Semua perusahaan berlomba-lomba menerapkan kecerdasan buatan.

"Kami memperkirakan penjahat siber akan memanfaatkan teknologi AI untuk meluncurkan serangan phising yang canggih, di samping serangan malware," kata Ondrej Vlcek, CTO & EVP, Avast melalui keterangannya, Selasa (30/1).

Advertisement

Selain itu, Avast juga memperkirakan peningkatan serangan massal, serangan ransomeware, serangan terhadap perangkat Internet of Things (IoT), malware cryptomining dan serangan terhadap layanan yang dibangun dengan Blockchain.

Laporannya juga mengindikasikan potensi serangan rantai pasokan tingkat tinggi akan muncul, dan peningkatan serangan dari fileless malware, pelanggaran data dan serangan pada perangkat mobile, misalnya trojan perbankan.

"Semakin bertambahnya kerangka pembelajaran mesin yang open source, ditambah dengan penurunan harga perangkat keras yang signifikan, penjahat siber kian memiliki peluang untuk menggunakan kerangka pembelajaran mesin untuk menyusup melewati algoritme pembelajaran mesin yang dikembangkan perusahaan keamanan," jelasnya.

Advertisement

Maka dari itu, pihaknya mewanti-wanti agar pengguna lebih waspada terkait ancaman ini. Terlebih bagi pengguna ataupun produsen yang menyematkan teknologi kecerdasan buatan.

Baca juga:
Kasus order fiktif, Lazada: sistem keamanan berfungsi baik
Hati-hati game online mulai disusupi hacker
Peneliti Jerman ini temukan cara untuk bajak grup WhatsApp
Korut menyangkal jadi dalang serangan siber WannaCry
AS tuding Korea Utara dalang serangan malware WannaCry

(mdk/ega)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.