Korut menyangkal jadi dalang serangan siber WannaCry
Merdeka.com - Pemerintah Korea Utara bereaksi atas tudingan Amerika Serikat, kalau mereka dianggap dalang serangan siber malware WannaCry. Korea Utara menyatakan tuduhan AS dianggap sebagai penghinaan dan hasutan.
"Kami tidak pernah terlibat dalam serangan siber dan kami merasa tidak perlu menanggapi. Sebab, tuduhan AS itu absurd," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara melalui kantor berita KCNA, dilansir dari laman Reuters, Kamis (21/12).
Pemerintah Amerika Serikat menuding peretas Korea Utara ada di balik serangan perangkat lunak berbahaya (malware) WannaCry, yang menjangkiti ribuan komputer dan jaringan sistem informasi di dunia pada Mei lalu. Program itu menembus pertahanan dan mengunci sejumlah data penting di komputer, serta meminta tebusan jika ingin kembali normal.
Adalah Penasihat Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Tom Bossert, melontarkan tudingan itu. Dia menyatakan kalau peretas di negara dipimpin Kim Jong Un bertanggung jawab atas serangan malware WannaCry, yang sempat melumpuhkan sebagian sistem Badan Layanan Kesehatan Inggris.
"Korea Utara memang nakal. Selama beberapa dasawarsa mereka tidak pernah terbuka dan selalu membahayakan. Potensi ancaman dari mereka terus tumbuh, dan serangan WannaCry adalah salah satu wujud dari sikap ceroboh mereka," demikian pernyataan Bossert, Selasa lalu.
Bossert mengklaim kalau dia punya bukti yang bisa dikuatkan oleh sejumlah negara diserang, termasuk Inggris, dan perusahaan di bidang teknologi informasi seperti Microsoft.
Malware WannaCry serentak menyerang sekitar 150 negara pada Mei lalu. Selain Inggris, negara mengalami serangan siber itu di antaranya Rusia, Spanyol, Jerman. Sistem informasi sejumlah perusahaan seperti Nissan dan Renault juga sempat terganggu akibat malware itu.
Walau demikian, malware itu cuma menyerang komputer yang menggunakan sistem operasi Microsoft Windows. Pembuatnya menggunakan celah pertahanan dalam sistem itu. Serangan itu akhirnya bisa dihentikan oleh seorang peretas Inggris, Marcus Hutchins. Dia menemukan kalau pembuat WannaCry lengah karena menyisipkan kode untuk menetralkan program.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya