Kata operator telko soal gangguan jaringan saat lebaran
Drop call diakui sulit dihindari selama lebaran
Menjelang lebaran tiba, operator telekomunikasi bersiap-siap mengalami lonjakan trafik layanan baik telepon, sms, dan data. Untuk menghadapi hal tersebut, berbagai daya dan upaya akan dilakukan operator telekomunikasi untuk menjaga kualitas layanan mereka.
Pasalnya, kewajiban menjaga kualitas jaringan operator telekomunikasi kepada para pelanggan juga tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 16 Tahun 2013 tentang standar pelayanan jasa teleponi dasar pada jaringan bergerak seluler.
Kendati begitu, meskipun kualitas yang dilakukan sudah maksimal, tak mustahil jika di titik tertentu atau kondisi tertentu layanan operator telekomunikasi bisa terganggu. Drop call atau putusnya sambungan telepon akibat masalah teknis operator, misalnya. Hal itu diakui oleh Chief Service Management Officer XL, Ongky Kurniawan.
"Drop call tidak bisa dihindari di titik-titik tertentu karena kita kan yang namanya membangun jaringan tidak hanya untuk lebaran semata kan. Jadi, sebisa mungkin kita atau XL untuk meminimalisir dengan cara menempatkan mobile BTS. Biasanya, itu terjadi drop call karena ada area tertentu yang tiba-tiba terjadi kecelakaan sehingga macet di situ akhirnya timbul drop call," ujarnya belum lama ini.
Pendapat Ongky, hampir sama dengan pernyataan Direktur Network Telkomsel, Sukardi Silalahi. Menurutnya, layanan telepon yang drop call itu tidak bisa dihindari di titik tertentu.
"Operator hanya bisa mengantisipasi adanya drop call tapi hal itu sudah bisa dihindari juga," katanya.
Baca juga:
Hitung ulang tarif interkoneksi, Menkominfo: Masih pengumpulan data
Menkominfo berharap sektor TIK bisa bantu tekan angka kecelakaan
Ini alasan komersialisasi 4G tahap dua dideklarasikan serentak
6 Juli 2015, 4G LTE tahap kedua mulai dikomersilkan
Kemkominfo cek kesiapan operator telko menjelang Lebaran