Karena WeChat, pelajar China rawan dijebak pelaku prostitusi
6 Akun yang dicurigai sebagai pelaku hingga kini masih aktif
Skandal terbaru terkait WeChat di China melibatkan fitur 'People Nearby' di aplikasi tersebut. Dengan mengaktifkan fitur ini, WeChat akan memberikan daftar pengguna lain yang ada di sekitar pengguna. Fitur yang terkadang 'menyeramkan' ini digunakan oleh pelaku prostitusi untuk beraksi, sesuai dengan laporan CCTV dari China.
Permintaan seksual di media sosial China bukanlah sesuatu yang baru, tapi yang membuat orang-orang marah terhadap laporan ini adalah berdasarkan survey, banyak pelajar yang mengaku pernah menemui akun dari pelaku prostitusi ketika mengaktifkan fitur nearby people di WeChat. Reporter CCTV di Beijing, Guangzhou, Shenzhen, dan Hangzhou juga melaporkan hal tersebut setelah mengadakan survey yang sama.
Lebih parahnya lagi, fakta bahwa para jurnalis tersebut mengklaim pernah melaporkan enam akun mencurigakan kepada Tencent. Tapi, akun yang dilaporkan tersebut masih aktif sampai sekarang.
CCTV melaporkan bahwa Tencent tahu mengenai kondisi ini, tapi tidak bisa menemukan solusinya. Para kritikus meminta pendaftaran berdasarkan nama asli, pengawasan akun yang lebih ketat dari pemerintah, dan pilihan untuk meng-install fitur people nearby sebagai plug-in yang terpisah.
WeChat bukanlah satu-satunya aplikasi yang digunakan pelaku prostitusi di China. Beberapa 'calon klien' bahkan bisa menemukan apa yang mereka cari di Momo. Fungsi utama dari Momo sama dengan apa yang bisa dilakukan People Nearby di WeChat dan mengijinkan pengguna memasang profil publik. Momo baru saja mencapai angka 50 juta pengguna dan mulai menghasilkan uang. Meskipun banyak pengguna yang menggunakan aplikasi tersebut untuk menggoda, mencari teman kencan, atau bahkan pacar, pelaku prostitusi sering ditemukan di aplikasi tersebut.
Artikel ini pertama kali muncul di Tech in Asia Indonesia
Baca Juga:
Pentingnya persaingan WhatsApp, Facebook, Twitter, dan Line
Setelah Facebook, Google juga berminat akuisisi Snapchat
Line bantu korban Haiyan Filipina dengan paket sticker baru
Haruskah Indonesia terus menjadi pengekor?
Viber kini dilengkapi dengan kemampuan mirip walkie-talkie