LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Kandang.in, platform investasi hubungkan investor dengan peternak

Kandang.in, platform investasi hubungkan investor dengan peternak. Bisnis peternakan, memang selalu menggiurkan. Namun, tak jarang juga butuh modal. Kesulitan modal kerap dialami oleh peternak kecil. Perbankan bagi mereka, bukan jadi solusi untuk menyuburkan usahanya. Maklum, rangkaian syarat dan sulitnya proses

2017-04-11 10:01:00
Digital Startup
Advertisement

Bisnis peternakan, memang selalu menggiurkan. Namun, tak jarang juga butuh modal. Kesulitan modal kerap dialami oleh peternak kecil. Perbankan bagi mereka, bukan jadi solusi untuk menyuburkan usahanya. Maklum, rangkaian syarat dan sulitnya proses seringkali seperti dipukul mundur.

Alhasil, para peternak kecil yang notabene memiliki kandang, membiarkannya tak terisi. Hal itulah yang memacu Gilang Kurniadi dan teman-temannya bergerak mencari ide untuk mengatasi persoalan ini.

Sebagai jebolan informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), ia pun bergerak cepat membuat solusi permasalahan tersebut menggunakan teknologi yakni melalui platform investasi. Platform investasi itu dia sebut Kandang.in dan telah didaftarkan ke program gerakan 1000 startup.

Advertisement

"Harapannya ide saya untuk membuat platform yang menghubungkan investor dan peternak dengan menggunakan konsep investasi syariah, dapat divalidasi dan direalisasikan," ujar dia.

Meski begitu, memiliki tujuan mulia untuk membantu para peternak di desa yang kekurangan modal dan membantu mengatasi keadaan Indonesia yang sedang defisit daging nasional sebesar 40 persen, tidak menghalangi Kandang.in dalam menemukan berbagai kendala dalam membangun bisnisnya.

"Salah satu kendala paling besar yang dialami itu, karena saya dan rekan-rekan saya tidak memiliki latar belakang keahlian di bidang peternakan. Hal ini yang kadang membuat kami mengalami kesulitan dalam hal operasional dan strategi bisnis, jadi masih sering meraba-raba," ungkap dia.

Advertisement

Kendala tersebut tidak menghentikan langkah Gilang bersama dua co-founder-nya, Ginanjar dan Fransiskus. Mereka berinisiatif untuk mengikuti berbagai pelatihan mengenai bisnis peternakan. Selain itu mereka juga terbuka untuk menerima pihak yang ahli di bidang peternakan untuk bekerja sama dengan mereka, asal tetap memiliki visi dan misi yang sama.

"Semoga Kandang.in dapat segera diresmikan dan direalisasikan, sehingga dapat menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Jadi kita sebagai generasi muda dapat memberikan dampak yang baik kepada Indonesia. Untuk industri startup di Indonesia semoga juga ke depannya dapat semakin memberikan solusi yang cerdas dan cemerlang dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada di negeri ini," tutup Gilang dalam keterangan resmi dari gerakan 1000 startup.

Baca juga:
E-commerce produk kesehatan ini jamin keamanan dan keaslian barang
Go-Jek buat penasaran pejabat Brasil
Berkat aplikasi hoax, anak ITB lolos final lomba besutan Microsoft
Printerous: Target kami bisa untung!
6 Cara efektif maksimalkan Facebook Page untuk bisnis Anda!
Frame A Trip, startup baru besutan Dian Sastrowardoyo
Misbakhun: Tak bayar pajak, Bigo Live harus diblokir

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.