LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Jika Brin tak keluar dari Rusia, mungkin Google takkan ada

Cerita menarik apa yang memicu Brin pindah ke Amerika? Simak beritanya di sini.

2013-08-19 10:41:03
Google
Advertisement

21 Agustus 2013 mendatang merupakan hari spesial bagi co-founder Google, Sergey Brin. Hari itu tepat 40 tahun dirinya dilahirkan ke dunia ini.

Namun, tak seperti orang lain yang merayakan ulang tahunnya dengan kegembiraan, Brin akan selalu mengingat siapa dirinya dan perjuangannya hingga sampai ke titik tertinggi dalam hidupnya. Maklum, Sergey Brin, seperti namanya, adalah seorang Yahudi asli Rusia yang pernah mengalami masa kecil di Uni Soviet.

Lahir pada tahun 1973, Brin kecil merupakan anak dari seorang ayah profesor matematika di University of Maryland dan ibu peneliti NASA di Goddard Space Flight Center. Dirinya terlebih dulu besar di Moskow yang sangat kental dengan ideologi komunis.

Advertisement

Akibat hidup di negara poros timur inilah dirinya yang memang pintar terhalang mimpinya menjadi seorang astronom. Hal ini dikarenakan adanya peraturan tak tertulis yang menghalangi kiprah para warga Yahudi di sana.

Memang, hidup sebagai seorang Yahudi di sana bagaikan hidup di tanah asing. Dirinya dianggap bukan bagian dari Rusia, seakan tak dianggap di negeri sendiri.

Sehingga, ayah Brin pun mengeluarkan sebuah gagasan yang bisa mengubah hidupnya dan keluarga untuk selama-lamanya. Keluarga Brin memutuskan meninggalkan Moskow menuju tanah kebebasan di Amerika Serikat.

Advertisement

"Saya sudah tahu sejak lama kalau Ayah tak bisa mendapatkan karir yang diidamkannya di sini," terang Sergey.

Namun, rencana ini sempat dicegah sang Ibu, Genia. Hal ini dikarenakan keluarga ini tak pernah sekalipun meninggalkan Moskow.

Untungnya, jika tak ada Sergey, mungkin mereka tak akan pernah meninggalkan negeri beruang merah tersebut. "Saya satu-satunya yang menentukan bahwa pergi dari sana sangat penting-bukan hanya gara-gara harapan semu," katanya.

Keluar dari Rusia merupakan hal yang sangat sulit bagi Yahudi. Namun, hal ini rupanya tak terjadi pada keluarga Brin.

Tepat pada Mei 1979, mereka diberikan izin untuk meninggalkan Uni Soviet. "Kami berharap ini akan terjadi, namun kami terkejut mengetahui begitu cepatnya visa keluar didapatkan," katanya.

Sergey yang berumur 6 tahun kala itu pun terbuka lagi mimpinya menjadi astronom. Memang, impian itu tak kunjung terwujud hingga kini, namun Sergey Brin tetap menjadi salah satu sosok yang paling berperan di dunia.

Sumber: MomentMag dan BBC

TekStory menarik lainnya:
Sejarah di balik kamera pengawas CCTV
Mengenal BTS dan perkembangannya
4 Tahun berkibar, Twitter tidak punya logogram
Sejarah penemuan Liquid Crystal Display (LCD)
Kisah Tux si pinguin lucu yang jadi maskot Linux
China, negara pertama penemu kertas

(mdk/nvl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.